Mengapa Orang Kristen Susah Sekali Berdoa?

Oleh: David Wilkerson

Saya merasa tidak mengerti pada satu masalah yang ada di gereja selama bertahun-tahun selama beberapa waktu—dan itu sangat menarik perhatian saya. Masalah itu ialah: kenapa orang Kristen susah sekali berdoa?

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa jawaban dari hidup ini ialah doa dan iman. Rasul Paulus menulis, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Flp. 4:6). Paulus mengatakan pada kita, "Carilah Tuhan dalam setiap bidang di dalam hidupmu. Dan lebih dulu bersyukurlah pada-Nya karena Ia mendengarkanmu."

Maksud Paulus jelas: Selalu berdoa terlebih dahulu! Kita tidak berdoa sebagai usaha terakhir—pergi ke sahabat dulu, lalu ke pendeta atau konselor, dan akhirnya berlutut untuk berdoa sebagai usaha terakhir. Tidak! Yesus berkata pada kita, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Mat. 6:33). Kita harus pergi pada Tuhan dulu, sebelum pergi pada yang lain!

Sangat menggetarkan hati waktu membaca surat yang dikirim ke pelayanan kami dari banyak orang Kristen yang mengalami kegagalan. Keluarga yang kacau, perceraian suami istri, orang yang berjalan dengan iman bersama dengan Kristus selama bertahun-tahun kini hidup dalam ketakutan dan kekalahan. Setiap orang ini dikalahkan oleh musuh— dosa, depresi, keduniawian, kepalsuan. Dan tahun demi tahun masalah mereka hanya kelihatan semakin parah.

Tetapi, yang mengejutkan saya ialah dari surat mereka sedikit sekali yang menyinggung tentang doa. Mereka mencari kaset, buku, konselor, menelpon acara-acara, macam-macam terapi, tetapi jarang untuk berdoa. Mereka mengalami kekuatiran, kegentaran, hidup di bawah awan gelap setiap hari, karena mereka tidak punya jawaban atas masalah mereka. Kenapa orang Kristen dalam masa krisis sulit mencari Tuhan untuk kebutuhan mereka yang mendesak? Padahal Alkitab adalah kesaksian yang panjang tentang Tuhan yang selalu mendengarkan seruan anak-anak-Nya dan menjawab mereka dengan kasih yang hangat:

"Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong." (Mzm. 34:16)

"Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya." (Mzm. 34:18)

"Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya." (1Yoh. 5:14-15)

"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yak. 5:16)

"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat. 21:22)

"tetapi doa orang jujur dikenan-Nya." (Ams. 15:8)

"tetapi doa orang benar didengar-Nya." (Ams. 15:29)

"sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka." (Mzm. 102:18)

Janji-janji dan kesaksian ini ialah bukti yang luar biasa akan pemeliharaan Tuhan. Dan begitu bermacam-macam dan banyaknya kesaksian semacam ini, saya tidak mengerti mengapa banyak orang Kristen tidak dapat melihatnya! Tentang doa, Alkitab memberikan pada kita lebih besar daripada sekadar janji-janji. Alkitab memberikan juga peringatan tentang bahaya mengacuhkan doa. "Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu." (Ibr. 2:3). Bahasa Yunani dari 'menyia-nyiakan' di sini berarti memandang enteng, hal yang sepele. Maksud dari ayat ini ialah hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan kita—dan doa tentu adalah salah satunya. Tuhan bertanya, "Bagaimana kamu bisa berharap untuk terlepas dari kehancuran dan kebinasaan pada masa kegelapan yang akan datang, kalau kamu tidak belajar berhubungan dengan-Ku melalui doa? Bagaimana kamu akan mengenal suara-Ku pada hari itu, jika kamu belum pernah mendengarnya dalam hatimu dalam ruang doamu?

Saya percaya Tuhan merasa sedih karena banyak dari umat-Nya yang mengabaikan doa hari-hari ini. Yeremia menulis, "Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya." (Yer. 2:32)

Inilah pertanyaan saya yang besar, satu hal yang tidak bisa saya pahami: Bagaimana umat Tuhan—yang selalu diserang oleh kuasa neraka, menghadapi masalah dan cobaan dari berbagai sisi—tidak pernah mencari Tuhan minggu lepas minggu? Dan bagaimana mereka bisa mengaku mengasihi-Nya dan percaya pada janji-janji-Nya tapi tidak pernah mendekat kepada-Nya?

Penulis kitab Ibrani memanggil kita untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Ibrani 10 mempunyai janji yang luar biasa. Dikatakan bahwa pintu Tuhan selalu terbuka untuk kita, memberikan hubungan langsung dengan Bapa. "Jadi saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni." (Ibr. 10:19-22).

Pada ayat selanjutnya, kita diperingatkan bahwa hari Tuhan sedang mendekat dengan cepat. "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibr. 10:25). Tuhan berkata, "Bahkan sekarang, pada saat kedatangan Kristus telah dekat, kamu harus mencari wajah-Ku. Inilah waktunya untuk pergi ke ruang doamu dan mengenal-Ku lebih dalam!"

Saya percaya kalau kita sedang melihat tanda-tanda yang merupakan bukti dari sistem perekonomian kita yang akan runtuh; kekerasan dan kejahatan sedang meningkat. Lingkungan kita menjadi brutal. Nabi palsu—"malaikat terang"—telah menipu banyak orang dengan ajaran-ajaran sesat. Dan kapan sajat dapat terjadi saatnya penganiayaan, yang akan membuat hati orang putus asa karena ketakutan. Tetapi, sebelum segalanya terjadi penulis kitab Ibrani berkata: "Jangan biarkan kebenaran hilang dari padamu! Tetap bangun dan berjagalah. Kamu memiliki pintu terbuka ke hadapan hadirat Allah yang kudus - maka masuklah ke dalam-Nya dengan jaminan iman, supaya permohonanmu didengar-Nya. Darah Kristus telah membuat jalan bagimu - dan tidak ada suatupun berdiri di antara kamu dan Bapamu. Kamu mempunyai segala hak untuk masuk tempat maha kudus, menerima pertolongan yang kamu butuhkan!"

Pada saat kita memandang enteng korban Yesus—yang telah Ia berikan supaya kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dari Bapa—kita telah melecehkan karunia Tuhan, menyulut kemurkaan-Nya! Tetapi dengan kuatnya segala peringatan dan bahaya mengacuhkan doa, orang Kristen masih merasa sulit untuk beroda. Kenapa? Saya percaya ada empat alasan untuk hal ini.

1. Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka mempunyai kasih yang suam-suam kepada Tuhan!
Pada saat saya memakai kata 'suam-suam' untuk menggambarkan kasihnya pada Yesus, saya tidak mengartikan ia dingin terhadap Tuhan. Tetapi yang saya maksudkan ialah bahwa kasihnya 'murah'—tidak berharga. Biarlah saya memberikan sebuah contoh: Saat Yesus berpesan pada jemaat Efesus di kitab Wahyu pasal 2, pertama-tama Ia memuji mereka karena pekerjaan mereka. Ia mengakui kerja keras mereka di dalam iman— membenci dosa dan kompromi, menolak ajaran sesat dan tak pernah lelah atau menyerah pada waktu disiksa, dan selalu berdiri untuk Injil.

Tetapi Kristus berkata, Ia menemukan satu hal yang kurang pada mereka. Mereka telah meninggalkan kasih mula-mula, kasih yang mahal pada-Nya! "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Wahyu 2:4)

Walaupun mereka mempunyai pekerjaan yang bagus, mereka meninggalkan kasih mereka, perjalanan mereka dengan Yesus. Dan sekarang Ia berkata pada mereka, "Kamu telah meninggalkan kasihmu yang semula. Kamu meninggalkan kedisiplinan yang berharga untuk datang dalam hadirat-Ku, untuk berhubungan dengan-Ku!"

Perhatikanlah: Yesus sedang berbicara pada orang-orang percaya yang memulai dengan kasih yang menyala-nyala kepada-Nya. Ia tidak berbicara pada orang Kristen yang mati, dingin yang tidak pernah mengasihi-Nya. Bahkan Ia berkata, "Tidak mustahil bagi seorang yang dulunya memiliki hati yang mengasihi-Ku membiarkan kasihnya menjadi suam. Hamba yang baik yang dulu setiap hari mencari diri-Ku di ruang doanya sekarang jarang berdoa sama sekali!"

Bayangkanlah betapa menyedihkan hal ini bagi Kristus, mempelai lelaki kita. Perkawinan macam apa yang akan terjadi antara suami dan istri yang tidak pernah meluangkan waktu di dalam keintiman? Dan itulah yang Yesus bicarakan di sini. Ia ingin suatu saat yang khusus denganmu, untuk menikmati keintiman dengan-Nya!

Kamu boleh bilang kalau kamu mengasihi-Nya—tetapi kalau kamu tidak pernah bertemu dengan Dia, kamu membuktikan kalau kamu tidak mengasihi-Nya sama sekali. Perilaku seperti itu tidak akan berjalan dengan sepasang kekasih. Kalau kamu bilang pada pacarmu kalau kamu mencintainya, tapi kamu hanya bertemu seminggu sekali—hanya cukup untuk mengatakan, "Hai, sayang, aku cinta kamu, sekarang—sampai jumpa!"—ia tidak akan mempercayainya. Mengapa Yesus, yang memberikan semuanya—hidup-Nya sendiri—untukmu harus percaya?

Tidak penting seberapa kerasnya pujianmu di gereja, seberapa banyak kamu bilang kamu mengasihi-Nya, seberapa banyak air mata yang kamu curahkan. Kamu bisa memberikan kelemahlembutan, mengasihi sesama, membenci dosa, menegur yang bersalah—tapi jika hatimu tidak terus-menerus mendekat pada hadirat Kristus, kamu tidak mengasihinya. Kamu menganggap kecil doa, mengabaikannya—dan menurut perkataan Yesus sendiri, inilah buktinya bahwa kamu kehilangan kasihmu terhadap-Nya.

Semua pekerjaan kita sia-sia, kecuali kita kembali pada kasih yang menyala-nyala pada Yesus. Kita harus menyadari, "Mengasihi Yesus bukanlah melakukan semua hal, tetapi menyangkut disiplin hari lepas hari untuk menjaga satu hubungan. Dan itulah yang membuatku berkorban!"


2. Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka telah kehilangan prioritasnya!
Prioritas ialah seberapa pentingnya kita menganggap satu hal. Dan orang Kristen yang mengabaikan doa telah kehilangan prioritasnya! Banyak orang percaya bertekad mereka akan berdoa kalau mereka mempunyai waktu. Tetapi tiap minggu, mencari Kristus menjadi kurang penting bagi mereka daripada mencuci mobil, membersihkan rumah, mengunjungi teman, makan di luar, pergi belanja, menonton olah raga. Mereka cuman tidak menyediakan waktu untuk berdoa.

Tetapi manusia akan tidak berbeda pada jaman Nuh dan Lot. Prioritas utama mereka adalah makan dan minum, beli dan jual, kawin dan memperhatikan keluarga mereka. Mereka tidak punya waktu untuk mendengarkan pesan Tuhan tentang penghakiman yang akan tiba. Sehingga tidak ada yang siap pada saat penghakiman itu tiba! Kenyataannya, tidak ada yang berubah selama berabad-abad. Untuk sebagian besar orang Amerika, Tuhan tetap menempati tempat paling bawah dari daftar prioritasnya. Dan prioritas utama adalah penghasilan, keamanan, kesenangan, keluarga. Tentu saja, untuk banyak orang Amerika, Tuhan tidak ada dalam daftarnya. Tetapi itu tidak menyedihkan Tuhan sebanyak kenyataan begitu kecilnya Ia dihargai oleh anak-anak-Nya sendiri!

Hari-hari ini, ribuan orang Kristen bepergian ke luar negeri untuk didoakan oleh beberapa hamba Tuhan, nabi atau penginjil. Orang-orang ini ingin merasakan jamahan Tuhan dan pengalaman yang indah di dalam hadirat-Nya. Tetapi walaupun mereka mendapatkan apa yang mereka cari, pengalaman itu berakhir dalam waktu yang singkat. Dan ironisnya, sepanjang waktu mereka dalam perjalanan dan mencari jamahan Tuhan, mereka tidak meluangkan waktu lima menit dalam doa!

Yang kekasih, Tuhan tidak menginginkan sisa-sia—waktu-waktu yang singkat di mana kamu hanya bisa menyetuskan pemohonan doa secara cepat. Itu bukan pengorbanan doa. Itu persembahan yang cacat—dan mengotori altar-Nya!

Nabi Maleakhi menuliskan, "Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? Firman Tuhan semesta alam." (Mal. 1:8)

Maleakhi berkata, "Kamu membawa binatang tua untuk dipersembahkan ke hadirat Tuhan. Tetapi ini adalah persembahan yang ceroboh, bodoh dan bekas. Cobalah memberikan persembahan semacam ini pada pemerintahmu. Ia akan melemparkanmu dari hadapannya."

Tuhan mengharapkan umat-Nya pergi ke ternaknya secara hati-hati, memeriksa semua binatang, untuk memilih yang paling sempurna dari mereka untuk dipersembahkan kepada-Nya. Dan sama seperti hari ini, Tuhan mengharapkan hal yang sama dari kita. Ia ingin waktu kita yang berharga—waktu yang tidak terburu-buru atau tergesa-gesa. Dan kita harus menyediakan waktu itu untuk prioritas kita!

Saya pernah bertemu dengan pendeta dari gereja terbesar di Amerika. Orang ini adalah pelayan Tuhan yang paling sibuk yang pernah saya lihat. Ia bilang pada saya tanpa rasa salah, "Saya tidak punya waktu untuk berdoa." Tetapi yang ia maksudkan ialah, "Saya tidak memberikan prioritas apa pun pada doa."

Ketika saya mengunjungi gerejanya, saya tidak merasakan Roh Allah dalam jemaatnya. Kenyataannya, itu adalah gereja paling mati yang pernah saya layani. Tetapi bagaimana mungkin akan ada kehidupan, kalau pendetanya tidak berdoa? Kenyataannya ialah, tidak seorang Kristen pun akan menyediakan waktu untuk berdoa kecuali kalau hal itu menjadi prioritas utamanya, lebih dari apapun juga—lebih dari keluarga, karir, waktu senggang, semuanya. Kalau tidak, persembahannya akan ditolak!


3. Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka terbiasa hidup tanpa doa!
Banyak orang Kristen berpikir bahwa yang diperlukan hanyalah pergi ke gereja, memuji, mendengarkan firman, menolak dosa, melakukan yang terbaik, dan semua akan lebih baik bagi mereka. Ini bukanlah persembahan yang mereka bawa pada Tuhan—dan mereka berpikir Ia bersuka terhadap hal-hal itu!

Saya telah meluangkan waktu di samping tempat tidur orang-orang Kristen anggota gereja yang setia selama lima puluh tahun yang sedang sekarat. Orang-orang ini tidak pernah absen dalam pertemuan. Mereka adalah orang baik-baik, berkeluarga, dan mereka bisa berbicara tentang semua hal-hal kerohanian. Tetapi mereka tidak mempunyai kehidupan doa sama sekali. Mereka menghabiskan berjam-jam dengan keluarga, duduk di depan TV, atau melakukan hobi mereka—tapi mereka tidak punya waktu untuk sendirian dengan Kristus.

Ini mungkin terdengar kasar bagimu, tapi aku percaya orang-orang ini akan pergi kekekalan tanpa mengenal Tuhan mereka. Tuhan tidak pernah dekat dengan mereka—karena mereka tidak pernah mendekat pada-Nya! Saya takut pada setiap orang Kristen yang terbiasa hidup dengan tenang tanpa kehidupan doa sehari-hari—yang tidak pernah berhubungan dengan Tuhan. Orang-orang semacam ini akan menjadi orang asing bagi-Nya. Dan mereka akan ada di antara mereka yang ditolak Kristus pada hari penghakiman. "Ya, kamu melakukan banyak pekerjaan besar—kamu menyembuhkan orang, kamu melakukan mujizat, kamu membawa banyak orang ke dalam kerajaan-Ku. Tapi aku tak pernah mengenalmu. Enyahlah dari hadapan-Ku, orang asing!"

Bagaimana kita bisa lepas dari kemurkaan Tuhan, jika kita mengabaikan karunia keselamatan yang besar ini? Bagaimana kita bisa menghadap Dia pada hari penghakiman, waktu kitab-kitab dibuka untuk membuktikan bahwa kita tidak pernah meluangkan waktu dengan Dia? Kita bisa menjawab, "Tuhan, aku sadar aku hanya punya sedikit waktu untuk Engkau. Aku menghabiskan itu semua untuk diriku sendiri, untuk karirku. Tetapi sekarang aku siap untuk masuk ke dalam kekekalan untuk mengenal-Mu lebih jauh." Apakah kamu kira Ia akan mengabulkannya? Tidak, tak pernah!

Kenyataannya ialah, kamu dapat menghabiskan masa hidupmu tanpa doa. Nyatanya, saya kenal beberapa pendeta dan penginjil yang sangat 'sukses' yang belajar melayani tanpa doa sama sekali. Mereka bisa menghibur kamu, menceritakan kisah yang indah dan membuatmu tertawa. Tetapi mereka tidak bisa meyakinkanmu, mengubahmu atau membuatmu mencari wajah Tuhan!

Setelah beberapa waktu, orang-orang ini akan jatuh dalam keputusasaan. Mengapa? Mereka menjadi lebih dan sangat tergantung dengan pekerjaan daging, daripada dengan Tuhan. Dan hidup mereka dipenuhi kebingungan pada semua sisi. Pengkhotbah yang tidak berdoa adalah pengkhotbah yang tidak berkuasa! Begitu pula, orang Kristen yang tidak berdoa mempunyai iman yang tumpul, mudah diombang-ambingkan oleh nabi palsu, dan dengan cepat diceraiberaikan dari Injil yang benar. Orang Kristen semacam ini selalu 'belajar'—tetapi tidak pernah matang!


4. Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka tidak percaya Tuhan mendengar doa mereka!
Setelah beberapa waktu, banyak orang percaya akan merasa ragu-ragu terhadap doa yang belum dijawab—dan akhirnya, mereka menyerah. Mereka berpikir, "Mungkin aku kurang iman. Yang kutahu, doa tidak bekerja untukku. Dan mengapa aku harus berdoa kalau itu tidak bekerja?"

Orang Israel pada jaman nabi Yesaya punya sifat yang sama. Yesaya menulis: "Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar... mereka menanyakan Aku... Mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya, mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" (Yes. 58:2-3).

Orang-orang ini menuduh Allah mengabaikan anak-anak-Nya! Mereka berkata, "Aku mengasihi Tuhan—Aku melakukan yang benar dan menjauhi dosa. Dan sampai sesaat lalu, aku setia mencari Dia dalam doa. Tapi tahukah kamu? Ia tidak pernah menjawabku! Maka, mengapa aku harus merendahkan diri di hadapan-Nya terus menerus? Ia tidak pernah memperhatikan permohonanku!"

Banyak wanita Kristen yang belum menikah berpikiran seperti ini. Mereka bilang, "Selama bertahun-tahun aku mencari Tuhan sepenuhnya, meminta seorang yang benar ke dalam kehidupanku. Aku telah berdoa selama lebih dari sepuluh tahun sekarang. Tetapi tidak terjadi apa-apa!" Maka mereka mencoba menikah dengan pilihan mereka sendiri—dan tragedi mengikuti hidup mereka.

Baru-baru ini, seorang pendeta menulis surat yang mencemaskan saya. Ia menulis, "Saudara Wilkerson, minggu belakangan ini aku menutup gereja yang telah kulayani selama beberapa tahun. Saya membubarkan jemaat dan meninggalkan orang-orang. Selama bertahun-tahun kami berdoa untuk kebangunan rohani—tapi tidak pernah terjadi. Kami berdoa untuk gedung—tapi tidak pernah menjadi kenyataan. Selama bertahun-tahun, jumlah kami hanya berkisar tiga puluh orang. Ini semua tidak bekerja. Dan sekarang aku akan meninggalkannya dan mencari pekerjaan baru."

Saya iba pada orang yang putus asa ini. Tetapi, saya setuju—ia perlu pekerjaan yang lain, karena mungkin ia tidak terpanggil untuk melayani sejak semula. Kamu lihat, panggilan kita bukanlah melihat kebangunan rohani terjadi, mempunyai gedung gereja, atau jumlah anggota jemaat yang banyak. Tidak, panggilan kita untuk melayani Tuhan dengan setia—dan itu termasuk kehidupan doa kita!

Yakobus menulis bahwa Tuhan tidak menjawab doa mereka yang meminta kepuasan untuk diri mereka sendiri: "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yak. 4:3). Dengan kata lain, "Kamu tidak meminta kehendak Tuhan terjadi. Kamu tidak siap untuk menyerah pada keinginan-Nya. Sebaliknya, kamu mencoba mendikte Dia untuk hal-hal yang memuaskan hatimu sendiri!"

Jangan buat kesalahan—Tuhan kita benar-benar setia. Paulus menulis, "Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong" (Roma 3:4). Ia berkata, dengan arti, "Tidak masalah kalau kamu mendengar ribuan suara yang mengatakan, 'Doa tidak bekerja. Tuhan tidak menjawabku!' Biarlah semua manusia disebut pembohong. Firman Tuhan tetap—dan Ia setia mendengarkan kita!"

Yesus berkata, "Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat. 21:22). Dijelaskan, Kristus berkata, "Kalau kamu benar—benar percaya, kamu akan mau untuk menanti dan berharap untuk sebuah jawaban dari Bapamu di sorga. Dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk hal itu tidak masalah. Kamu harus berpegang teguh dalam iman, percaya Ia akan menjawabnya."

Jika Tuhan menunda untuk menjawab doamu, kamu bisa yakin bahwa Ia sedang mencoba imanmu. Ia ingin agar kamu mempercayainya pada saat Ia kelihatan diam. Dan Ia mencoba kamu, untuk melihat apakah kamu akan berkata, "Aku menyerah. Ia tidak menjawabku!" Terlebih lagi, Ia ingin imanmu dimurnikan seperti emas—sehingga kamu akan diperlengkapi untuk menerima banyak jawaban, baik untuk kamu sendiri juga untuk orang lain! Saya pernah membaca kisah tentang seorang kudus—seorang saudari tua yang saleh yang berjalan dekat dengan Yesus selama bertahun-tahun. Kehidupan doanya begitu kuatnya, sehingga orang di mana-mana meminta kepadanya untuk berdoa bagi mereka. Satu hari seorang sahabatnya menulis surat dan memintanya berdoa untuk masalahnya, dan saudari ini menyetujuinya.

Beberapa minggu kemudian, saudari ini menerima surat lain dari sahabatnya itu yang isinya, "Terima kasih untuk mendoakan saya, saya telah disembuhkan!" Tetapi saudari ini baru menyadari kalau ia sesungguhnya lupa berdoa untuk sahabatnya ini! Ia bersukacita karena sahabatnya telah disembuhkan, tetapi ia heran, "Tuhan, ia sendiri berkata kalau imannya lemah. Tetapi mengapa Kau menyembuhkan dia, kalau aku lupa berdoa?"

Tuhan menjawabnya: "Aku menyembuhkannya karena kamu telah mengenal aku! Kamu bertumbuh begitu dekat dengan-Ku, maka Aku memenuhi segala kebutuhanmu terhadap sahabatmu—sekalipun tanpa doamu."

"Alangkah melimpahnya kebaikan-Mu yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kau lakukan bagi orang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" (Mzm. 31:20). "sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!" (Mzm. 34:10).

Pergilah ke ruang doamu setiap saat, dan carilah Ia dengan sepenuh hatimu. Itulah jawabanmu untuk perkawinan yang dipulihkan, kerabat yang belum diselamatkan, semua kebutuhan dalam hidupmu. Jawaban untukmu mungkin tidak datang dalam semalam. Tetapi, Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya dengan waktu dan jalan-Nya. Bagianmu ialah untuk percaya bahwa Ia setia untuk menjawabmu—sebab kamu adalah anak yang dikasihi-Nya! *

Sumber: "Why Is It So Hard for Christians To Pray?"/Copyright (C) 1999 by World Challenge, Lindale, Texas, USA.

2 comments:

syahadah 23 January, 2009 20:35  

saya yakin anda tidak pernah membaca al-qur'an, kitab suci ummat islam, dan pasti tidak berani karena selama ini gereja mendoktrin anda untuk tidak membacanya. padahal iman yang sebenarnya adalah, iman yang diperoleh dengan jalan merdeka, untuk menemukan kebenaran. betapa banyak orang telah merasa sampai kepada kebenaran sesungguhnya, padahal ia hanya beriman karena dipahsa, dicekoki, didoktrin. ketahuilah, kebenaran itu dapat diraih dengan keberanian untuk membandingkan sesuatu yang kita yakini dengan apa yang diyakini orang lain.

ezramos 31 January, 2009 11:07  

Peryataan hanya agama Islam yang benar atas dasar Qs. Ali Imron 3:19, demikian sebagian bunyinya:
"Innaddiina 'indallahil Islam..."
"Sesungguhnya agama di sisi Allah hanya Islam..."

Pernyataan itu sah dan benar-benar saja bagi orang yang beragama Islam, tapi tidak sah dan benar bagi orang yang beragama lain. Masalahnya setiap orang yang beragama mempunyai dasar keyakinan iman yang berlainan, namun demikian ada satu pertanyaan yang harus dijawab yaitu: Apa tujuan orang itu beragama? Intinya kan ingin dimasukkan ke Surga alias diselamatkan dari hukuman neraka jahanam. Sekarang buat apa beragama kalau tidak ada jaminan kepastian keselamatan? Dengan demikian agama itu sepertinya hanya sebatas aktifitas formalitas untuk keperluan legalitas saja...

Diambil dari: http://jalan-yang-lurus.blogspot.com/

Komentar Terbaru

Artikel Terbaru

Cari di pendoa.blogspot.com...

About this blog

Blog ini dibuat dengan tujuan untuk membagikan berkat firman Tuhan yang diperoleh kepada saudara seiman yang membutuhkan agar dapat saling membangun sebagai satu tubuh dalam Kristus. Materi diambil dari berbagai sumber seperti buku, milis, buletin, traktat, dan berbagai media lain. Hak cipta setiap tulisan ada pada masing-masing penulis, pembuat atau penerbit seperti yang tercantum pada setiap akhir tulisan (kecuali yang tidak diketahui sumbernya). Isi blog ini bersifat non-denominasi dan tidak condong/tidak memihak kepada kelompok denominasi tertentu. Apabila di dalamnya terdapat materi/tulisan yang tidak cocok/ tidak sesuai dengan pendapat/pemahaman Anda, mohon tetaplah menghargai hal itu dan silakan memberi tanggapan secara sopan dan tidak menghakimi. God bless you...

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP