Showing posts with label misi. Show all posts
Showing posts with label misi. Show all posts

Menggerakkan Orang Lewat Doa

Filsafat hidup Hudson Taylor adalah "Kita harus menggerakkan orang lewat Allah—yaitu dengan doa." Hudson Taylor adalah pendiri China Inland Mission yang sekarang disebut Overseas Mission Fellowship (OMF). Sewaktu ia masih muda ia mendengar suara dari Surga, "Pergilah ke China untuk-Ku." Sejak awal Taylor sadar bahwa panggilan yang sulit itu akan tergenapi hanya jika Allah yang bekerja lewat doa. Sepanjang hidupnya ia telah dengan baik dan berhasil membuktikan filsafatnya yang berbunyi, "Hanya lewat doa segala hal dapat dilakukan."

Pada tahun 1851, tidak lama setelah menerima panggilan Tuhan, Taylor tahu ia harus mulai menyiapkan dirinya jika ia mau menjadi seorang misionaris ke Cina. Keluarganya tergolong kelas menengah dan ia tinggal bersama orang tua dan kedua adiknya di rumah yang cantik di kawasan perumahan yang bagus. Sebagai latihan sebelum ia mulai bekerja di ladang Tuhan, ia pindah ke daerah kumuh dan tinggal di antara orang-orang miskin.

Ia mendapatkan pekerjaan di suatu klinik praktik yaitu sebagai seorang asisten dokter. Tujuan Taylor memisahkan diri dari kenyamanan hidup yang dijalani sebelumnya adalah agar ia dapat membiasakan diri dengan kesendirian dan bahaya yang muncul dari hidup di suatu tempat asing di mana hanya Tuhan yang akan menemaninya. Ia memilih pekerjaan sebagai asisten dokter karena ia tahu pengetahuan medis akan sangat membantunya di China nanti. Usianya baru 19 tahun pada waktu itu.

Melihat pada integritas rohani Taylor sejak awal perjalanannya dengan Tuhan, tidaklah mengherankan bahwa Tuhan dapat memakainya dengan begitu luar biasa. Pada malam hari setelah tugasnya selesai, Taylor seringkali meluangkan waktu untuk bersaksi dan berdoa bagi tetangganya. Suatu malam, ia diminta untuk mendoakan seorang wanita yang sedang sakit.
Suasana rumah wanita itu sangatlah murung, karena bukan saja ibu itu sakit tetapi anak-anaknya juga sedang dalam keadaan kelaparan.

Waktu Taylor berdoa, sulit sekali baginya untuk mengucapkan kata-kata penghiburan karena terjadi pergumulan yang berat di dalam hatinya. Di dalam kantongnya ia memiliki sekeping koin perak yang dapat menjawab doa dan penderitaan keluarga miskin itu. "Munafik!" suara hatinya mengutuk dia. "Berbicara tentang Bapa Surgawi yang baik dan pengasih—tetapi saya sendiri tidak siap untuk mempercayai-Nya—untuk memberikan segala sesuatu yang saya miliki dan hidup tanpa uang sepeser pun!"

Selesai berdoa, Taylor mengikuti suara hatinya dan memberikan uang koin satu-satunya kepada keluarga tersebut. Sepulang ke kamarnya ia menikmati hidangannya yang terakhir—semangkok bubur yang sudah dingin. Dengan memberikan uangnya kepada keluarga miskin itu, ia menjadi sama miskinnya dengan mereka. Walaupun ia tidak tahu apa yang harus dimakannya besok, ia teringat akan satu ayat di Kitab Suci yang berkata, "Dia yang memberi kepada orang miskin, memberi kepada Tuhan."

Keesokan harinya tanpa diduga ia menerima kiriman paket. Di dalamnya terkandung sekeping uang emas - nilainya 4 kali lebih besar dari uang perak yang diberikannya di malam sebelumnya. Taylor langsung berseru, "Itu bunga yang tinggi sekali! Ha! Ha! Saya berinvestasi di bank Tuhan selama dua belas jam dan ia mengembalikan ini! Itulah namanya bank!"

Di 'sekolah Tuhan' di daerah kumuh itu, Taylor belajar bahwa ia dapat percaya dan taat sepenuhnya kepada Tuhan dalam setiap sisi kehidupannya. Memang masih terlalu banyak yang harus dipelajarinya, tetapi pelajaran awal yang didapatnya adalah bahwa janji dan ucapan Tuhan dapat diandalkan. Pengalamannya di waktu itu mengajarkan kepadanya bahwa tidak ada yang lebih mendatangkan sukacita dibandingkan dengan doa dan jawaban terhadap doa. Ia telah belajar bagaimana untuk menggerakkan orang lewat doa. Ia tidak pernah meminta dari manusia untuk hal-hal materil. Semua kebutuhannya ia bentangkan di hadapan Tuhan.

Waktu Taylor mulai bekerja sebagai asisten dokter, dokter yang dengannya ia bekerja pernah berkata, "Taylor, ingatkan saya ya, kapan saya harus membayar upahmu. Karena sering terlalu sibuk dengan pekerjaan, saya pasti akan lupa." Dan dokter itu benar-benar lupa. Tetapi Taylor tahu bahwa di Cina nanti, ia tidak akan dapat meminta pada siapa pun, melainkan hanya kepada Tuhan. Jadi ia memutuskan untuk hanya meminta kepada Tuhan dan menyerahkan hal mengingatkan sang dokter ini pun kepada Tuhan.

Tiga minggu setelah itu sang dokter tiba-tiba teringat ia belum membayar gaji mingguan Taylor, tetapi pada malam itu ia kebetulan tidak punya uang karena semuanya sudah disetorkan ke bank. Taylor waktu itu telah sama sekali tidak memiliki uang dan ia harus membayar uang sewa kamarnya. Dan ia juga tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Sepanjang hari itu sebetulnya ia sudah berdoa sambil bekerja agar sang dokter itu akan ingat. Sesuai doanya, sang dokter itu memang ingat tetapi ingat pada saat ia kehabisan uang!

Pada malam itu Taylor bekerja sampai jam 10 malam, walaupun letih tetapi ia merasa lega karena setidaknya ia tidak perlu pulang lebih awal dan menghadapi tuan rumahnya yang pasti akan menagih uang sewa kepadanya. Waktu ia sedang berkemas untuk pulang, sang dokter tiba-tiba masuk ke ruangannya dan berkata, "Aneh sekali, pasien saya baru saja datang dan membayar tagihannya! Ia salah satu pasien saya yang paling kaya dan ia bisa saja membayar lewat cek kapan-kapan saja tetapi ia datang membayar dengan uang kontan jam 10 di malam minggu!" Lalu ia menambahkan, "Oh ya, Taylor, sebaiknya kamu ambil saja uang ini. Saya tidak punya uang receh, tapi gajimu yang selebihnya akan saya bayar minggu depan... Selamat malam!"

Doanya terjawab! Ia bukan saja punya uang untuk membayar sewa kamar tetapi juga uang makan untuk minggu yang akan datang. Ia telah membuktikan sekali lagi dalam kehidupan sehari-harinya bahwa Tuhan menjawab doa dan menggerakkan orang. Ia telah siap untuk pergi ke China!

Catatan: Hudson Taylor merupakan misionaris yang paling besar dipakai Tuhan di dalam sejarah penginjilan di Cina. Selama 51 tahun pelayanannya, China Inland Mission yang didirikanya membangun 20 pos misi, mengirim 849 misionaris, melatih 700 pekerja pribumi dan mengumpulkan dana sebanyak empat juta dolar dengan iman (mengikuti contoh George Mueller), dan mengembangkan gereja Cina dengan jemaat 125,000 orang. Diperkirakan setidaknya 35,000 jiwa merupakan hasil langsung pelayanannya dan ia membaptiskan sekitar 50,000 orang. Taylor memiliki karunia luar biasa untuk menginspirasi orang-orang Kristen untuk memberikan diri dan kekayaan mereka bagi Kristus. (CPM)
Baca selanjutnya...

Doa-doa yang Serius dan Berpengaruh

Oleh: John Piper

Salah satu hal yang menakjubkan dalam doa-doa di Alkitab adalah betapa seringnya doa-doa itu bersifat serius dan berpengaruh. Namun doa-doa itu bukanlah doa yang tidak jelas seperti "Allah berkatilah para misionari" yang terdengar begitu lemah. Kita kadangkala berusaha memperbaikinya dengan berkata, "Kita harus mengucapkan doa-doa yang spesifik untuk orang-orang yang spesifik dan kebutuhan-kebutuhan yang spesifik, dan bukan doa-doa umum yang tidak jelas.

Tetapi ada alasan lain mengapa doa-doa umum kita yang serius tampak hambar, sedangkan doa-doa Alkitab yang serius tidak. Doa-doa kita seringkali tidak banyak berisi tentang Allah, dan tidak mengartikulasikan hal-hal rohani besar yang kita ingin Allah lakukan untuk "para misionari" atau "bangsa-bangsa" atau "dunia" atau "orang-orang yang terhilang." Kata-kata "Allah berkatilah" tidak akan terdengar sedemikian lemah dan tidak jelas jika kita mengatakan berkat seperti apakah yang kita maksud. Ada perbedaan yang sangat besar antara "Tuhan, tolonglah para misionari kami" dengan "Tuhan, tolonglah para rnisionari kami untuk bersukacita dalam penderitaan dan mengingat bahwa penderitaan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."

Doa-doa umum yang serius menjadi sangat berkuasa ketika doa-doa itu dipenuhi dengan sasaran-sasaran Alkitabiah yang konkrit dan radikal untuk orang-orang yang kita doa-kan. "Dikuduskanlah nama-Mu... jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam sorga," adalah doa yang sangat luas dan berpengaruh. Tetapi doa itu memohonkan dua hal yang konkrit: agar nama Allah dijunjung tinggi di seluruh dunia, dan bahwa ada banyak hati yang diubahkan untuk melakukan kehendak Allah dengan kobaran semangat dan kemurnian yang sama seperti dimiliki oleh para malaikat di surga.

Dengan menyebut sasaran-sasaran rohani dengan penuh hasrat inilah yang mengubah generalisasi yang hambar menjadi generalisasi yang dinamis. Jadi, jangan berhenti mengucapkan doa-doa yang sangat luas dan berpengaruh. Misalnya, dalam Efesus 6:18 Paulus berkata bahwa kita harus "berdoa setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus." Pikirkanlah! Betapa sangat luas dan umum. SEGALA orang kudus! Apakah Anda melakukannya? Berdoa untuk segala orang kudus? Saya akui saya jarang melakukannya. Hati saya terialu kecil. Tetapi saya berusaha untuk melatih hati saya melakukannya. Alkitab memerintahkan hal itu.

Doa ini tidak akan terdengar konyol, seperti "Allah berkatilah semua orang kudus." Doa tersebut akan terdengar gagah dan dahsyat, seperti, "Allah, awasilah seluruh jemaat-Mu di mana-mana dan kasihanilah dia dan bangkitkanlah dia dan berikanlah hidup baru dan pengharapan dan kemurnian doktrinal dan kekudusan sehingga semua orang kudus berdiri teguh untuk kemuliaan-Mu ketika mereka menghadapi pencobaan dan kesesakan."

Marilah kita panjatkan doa-doa yang sangat luas untuk milyaran orang yang terhilang dan ribuan orang dalam "Jendela 10/40". Paulus berkata, "Akhirnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan dapat beroleh kemajuan dan dimuliakan, seperti yang telah terjadi di antara kamu" (2 Tesalonika 3:1). Oh, kiranya Allah mengerjakan kemajuan itu di zaman kita! Saya mendorong semua pembaca saya untuk pergi dan membeli Operation World Patrick Johnstone—satu panduan doa yang memuat kebenaran tentang semua negara di dunia. Kemudian panjatkanlah doa yang sangat luas dan berpengaruh untuk bangsa-bangsa dan misionari-misionari dari wilayah yang sangat luas ini yang disebut Jendela 10/40.

Jendela 10/40 membentang dariAfrika Barat keAsiaTimur, dan dari sepuluh derajat utara ke empatpuluh derajat selatan katulistiwa. Wilayah yang spesifik ini mencakup tiga dari komunitas-komunitas agama dominan di dunia. Mayoritas dari orang-orang yang tidak percaya tinggal di Jendela 10/40. Wilayah ini dihuni oleh mayoritas bangsa-bangsa di dunia yang belum diinjili.

Meskipun wilayah itu luasnya hanya sepertiga dari luas seluruh daratan di bumi, Jendela 10/40 dihuni oleh hampir duapertiga penduduk dunia, dengan total populasi yang hampir mencapai empat milyar. Dari 50 negara di dunia yang paling sedikit diinjili, 37 negara itu berada di Jendela 10/40. Namun ke-37 negara itu mencakup 95 persen dari total populasi di 50 negara yang paling sedikit diinjili!

Dari yang termiskin di antara orang-orang miskin, lebih dari delapan per sepuluhnya tinggal di Jendela 10/40. Rata-rata, mereka hidup dengan penghasilan kurang dari $500 per orang per tahun. Meskipun 2,4 milyar dari orang-orang ini tinggal dalam Jendela 10/40, hanya 8 persen dari seluruh misionari yang bekerja di antara mereka. Tentunya hal ini sangat pantas didoakan dengan doa-doa Alkitabiah yang serius dan berpengaruh!

Sumber: "Pierced by the Word", Desiring God Foundation, 2003
Baca selanjutnya...

Doa Paulus untuk Orang-orang Kristen di Tesalonika

Oleh: J. Wesley Brill

1 Tesalonika 3:9-13

3:9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?
3:10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.
3:11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.
3:12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Ini merupakan doa yang menyatakan bahwa Paulus dapat kembali ke Tesalonika untuk "menambahkan apa yang masih kurang pada iman" mereka (ayat 10).

Doa Paulus biasanya dimulai dengan ucapan syukur Allah atas mereka semua dan segala sukacitanya di hadapan Allah. Paulus bersukacita atas segala sesuatu yang telah dilakukan Allah di dalam mereka. Itu adalah pekerjaan Allah dan Paulus tidak mengambil kehormatan bagi dirinya sendiri. Suatu gagasan yang baik jika kita ingin menegur, maka mulailah dengan apa yang dapat kita puji.

Paulus berdoa siang dan malam bagi kesejahteraan rohani mereka dan supaya Allah memungkinkan dia mengunjungi kembali orang-orang Kristen di Tesalonika.

Paulus bukan hanya ingin sekadar mengunjungi mereka, tetapi ia menginginkan supaya ia dapat mengajar dalam kesempatan itu untuk menyempurnakan apa yang masih kurang pada iman mereka. Sungguh hal itu merupakan suatu tujuan yang agung! Doa Paulus merupakan suatu doa kerinduan hati supaya iman mereka tetap teguh menghadapi ujian dari Allah.

Paulus berdoa supaya Allah membuka jalan baginya untuk bertemu dengan mereka. Paulus berdoa kepada Allah Bapa kita dan kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Ada suatu persamaan di sini. Paulus mempersatukan kedua nama itu. Ia menekankan ketuhanan Yesus Kristus. Bukankah Yesus mengatakan, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30)? Sesungguhnya, Allah adalah Bapa dari semua orang yang beriman dalam Yesus Kristus dan telah menerima Dia sebagai Juruselamatnya pribadi.

Paulus berdoa supaya orang-orang Kristen di Tesalonika bertambah- tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain. Sebagaimana kasih karunia Allah berkelimpahan di dalam diri mereka, begitu juga kasih mereka harus berkelimpahan satu sama lain. Kasih yang didoakan Paulus untuk mereka harus dapat mencapai semua orang, sekalipun itu untuk orang yang tidak menyenangkan.

Paulus berdoa supaya Allah menguatkan hati mereka supaya tak bercacat dan kudus di hadapan Allah pada waktu kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus. Paulus ingin agar kekudusan mereka menjadi sempurna. Tak bercacat dan kudus mengandung arti dipisahkan bagi Allah, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Etika hidup yang tinggi semacam inilah yang dituntut dari orang Kristen. Penyerahan diri orang Kristen kepada Allah harus sempurna dan sepenuh hati.

Paulus berdoa supaya mereka tidak bercacat apabila Kristus datang sebagaimana dinyatakan dalam 1 Tesalonika 4:13-17. Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali merupakan dorongan yang kuat untuk kekudusan hidup (1 Yohanes 3:3) dan untuk memenangkan jiwa. Apakah Anda berdoa, seperti Paulus, bagi mereka yang Anda bimbing kepada Kristus?

Sumber: Doa-doa dalam Perjanjian Baru/J. Wesley Brill/Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Baca selanjutnya...

Doa, Pusat Kekuatan Misi

Oleh: Dean Wiebracht

Doa bukan sekadar suatu hal menyenangkan yang bersifat rohani -- sesuatu yang saleh untuk menjadi sekadar pengisi kegiatan rutin keagamaan kita. Doa lebih merupakan cara hidup dengan Bapa.

Dalam Yohanes 15, Yesus memberi kita sebuah kunci untuk kehidupan dan pelayanan Kristen yang berhasil. Dalam istilah grafisnya, Ia berbicara tentang kebutuhan hidup yang mutlak dalam suatu hubungan mandiri dengan Dia. Yesus adalah pokok anggur; kita adalah carang-carangnya. Seperti sebuah carang bergantung pada pokok demi kekuatan dan makanan, demikian juga kita tinggal dan bergantung pada Kristus.

Hal yang penting adalah Kristus berkata bahwa tanpa Dia kita tidak dapat berbuat sesuatu. Tidak dapat berbuat sesuatu? Ya; itulah yang Dia katakan. Bagi saya tampak bahwa satu di antara cara-cara utama yang kita pakai sehingga kita dapat secara aktif mempertahankan ketergantungan kita pada Kristus adalah berdoa. Apabila kita berdoa kita mengatakan kepada Kristus bahwa kita memerlukan Dia -- bahwa kita tak sanggup berjalan tanpa Dia.

Apabila kita enggan berdoa pada intinya kita menyatakan suatu pernyataan kemandirian. Apakah kita menyukainya atau tidak, kita sedang berkata kepada Allah bahwa sesungguhnya kita tidak memerlukan Dia. "

Kita tahu bahwa dalam Yohanes 14-16 Yesus berkata, "Jika kamu meminta ... Aku akan melakukan." Itulah formula ilahi untuk buah yang tinggal. Jelas bahwa doa tidak hanya penting, namun juga bersifat esensial. Dan hal ini tentunya berkaitan ketika kita mempertimbangkan tentang pelayanan misi.

Apakah kita sedang membangun kepedulian misi, mengembangkan strategi misi, memanggil dan melatih para pekerja, atau mendukung para misionaris, dari awal sampai akhir, doa bersifat esensial. Apakah Anda ingin gereja Anda menjadi sebuah gereja Amanat Agung? Apakah Anda ingin gereja Anda bisa menggenapi Amanat Agung? Cara yang tepat untuk memulainya adalah dengan doa.

BAGAIMANA GEREJA KITA DAPAT MENJADI SEBUAH GEREJA YANG BERDOA?

1. Bertekun Dalam Doa
Joel mengambil newsletter (surat warta) misionaris. "Menakjubkan," pikirnya. "Misionaris ini berada di penjara tetapi ia sempat menulis surat-surat yang menggugah semangat. Ia tak pernah menyerah. Melalui suratnya ia meminta kepada kita supaya Allah memberi dia kesempatan dan hikmat untuk bersaksi."

Lalu ia membalik halaman itu dan membaca, "Berikan diri Anda untuk berdoa. Jangan mundur dari komitmen Anda untuk doa. Dan perhatikan apa yang sedang terjadi sehingga Anda dapat berdoa tepat sasaran. Akhirnya, jangan lupa ucapkan syukur dalam doa Anda." Tentu misionaris yang dimaksud adalah Rasul Paulus. Surat itu merupakan surat kiriman kepada gereja di Kolose. Dan di antara nasihat-nasihatnya adalah perintah sederhana "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur." (Kolose 4:2)

Satu strategi yang Allah berikan untuk menolong umat percaya di Filipina supaya bertekun dalam doa adalah melalui Gerakan Doa Amanat Agung (GCPM). Gerakan doa ini merupakan suatu tantangan dan suatu kesempatan. GCPM adalah sebuah gerakan umat Kristen yang membantu untuk menggenapi Amanat Agung melalui doa-doa mereka. Gerakan ini merupakan suatu tantangan untuk mempercepat penginjilan bagi orang Filipina dan dunia melalui doa. Hal ini menjadi kesempatan untuk berperan secara strategis dalam memuridkan segala bangsa. Ada dua komponen yang diperlukan: Komitmen Doa Amanat Agung dan Kelompok Doa Amanat Agung.

Komitmen Doa Amanat Agung
Ini adalah suatu komitmen, seperti yang Allah mampukan, untuk berdoa sedikitnya sekali seminggu untuk pokok-pokok doa sebagai berikut:
a. Untuk saya sendiri:
· supaya Allah berkenan memberi saya suatu kepedulian lebih besar pada orang-orang yang belum mengenal-Nya.
· supaya Allah berkenan menolong saya bekerja begitu rupa supaya melihat Amanat Agung digenapi.
b. Untuk gereja saya:
· supaya Allah berkenan menolong kita menjadi sebuah Gereja Amanat Agung, kita semua bekerja sama guna membantu menggenapi Amanat Agung.
· supaya Allah berkenan memakai kita guna membantu dalam menjangkau suatu kelompok masyarakat belum terjangkau.
c. Lebih banyak pekerja:
· supaya Allah berkenan memanggil para misionaris dari gereja saya.
· supaya Allah berkenan memanggil para misionaris di seluruh penjuru dunia.
d. Dunia terhilang:
· supaya berdiri sedikitnya satu gereja Injili di setiap kelompok masyarakat.
· supaya berdiri sedikitnya satu gereja Injili di setiap kelompok suku yang belum terjangkau di dunia.

Apakah pokok-pokok doa tersebut tampak sepertinya mustahil? Terus terang, saya agaknya setuju dengan Anda. Jika Allah tidak melakukan mujizat-mujizat yang tidak saya lihat, misalnya, bagaimana akan ada sebuah gereja Injili di setiap kelompok masyarakat pada tahun 2004 atau 2000 misionaris Filipina.

Namun itu pokok masalahnya, bukan? Menetapkan tujuan-tujuan yang memuliakan Allah jauh melebihi apa yang dapat kita capai dengan kekuatan kita sendiri, dan berseru kepada Allah supaya menolong kita menjangkau mereka. Kesulitan mencapai tujuan-tujuan ini bukan suatu alasan yang cukup untuk tidak berdoa. Sebaliknya, ini merupakan satu di antara alasan-alasan terbaik mengapa kita sebaiknya berdoa -- mengapa kita harus berdoa. Sebab kita tidak akan pernah mencapai tujuan-tujuan ini sebagai hasil usaha kita sendiri.

Di samping itu, apa arti bekerja untuk tujuan-tujuan ini kalau kita tidak sekaligus berdoa untuk tujuan-tujuan ini? Tidakkah hal itu menjadi deklarasi kemerdekaan yang sudah kita pertimbangkan? Pikirkan dampak yang dihasilkan jika ribuan orang Kristen bersedia membuat komitmen ini dan berdoa dengan setia? Ada ratusan orang Filipina telah membuat Komitmen Doa Amanat Agung. Apakah Anda akan bergabung dengan mereka?

Kelompok Doa Amanat Agung
Komponen kedua Gerakan Doa Amanat Agung adalah sebuah Kelompok Doa Amanat Agung, yaitu sekelompok orang yang berkomitmen untuk memberikan suatu sumbangan besar bagi penggenapan Amanat Agung melalui doa-doa mereka.

· Apakah Ini Sekadar Kelompok Doa Baru?
Bukan, sebab mereka yang terlibat dalam suatu GCPG tidak pernah lepas dari pandangan Amanat Agung. Yang terutama dalam pemikiran mereka adalah kehendak Allah bagi kita supaya memuridkan setiap golongan, suku, bahasa, dan bangsa. Mereka tidak membiarkan diri mereka sendiri menjadi fokus dalam doa mereka.

· Apakah Mereka Berdoa untuk Keperluan Gereja Mereka?
Tentu. Mereka merasa peduli pada gereja mereka dan berdoa untuk kesehatan dan pertumbuhannya. Mereka mungkin berdoa untuk kebangunan rohani. Namun mereka tekun memelihara hati untuk orang-orang yang terhilang. Mereka dengan tekun menjaga kepedulian mereka bagi domba-domba yang masih di luar kawanan.

· Kapan Mereka Bertemu?
Kapan saja bisa mengadakan pertemuan, itu paling baik bagi mereka yang terlibat. Sebagian ada yang menikmati suatu persekutuan doa menjelang pagi. Lainnya mungkin menemukan bahwa suatu persekutuan malam lebih cocok dengan jadwal mereka. Lainnya lagi mungkin sekedar menambahkan waktu doa Amanat Agung dalam persekutuan-persekutuan mereka yang sudah ada. Lakukan eksperimen untuk menemukan apa yang terbaik bagi Anda dan gereja Anda.

Ingat, tujuannya bukan menciptakan suatu persekutuan baru. Tujuannya adalah menggerakkan jemaat dalam Doa Amanat Agung. Komentar-komentar J. Campbel White yang dicatat oleh Helen Montgomery lebih dari setengah abad lalu, masih relevan saat ini: "Doa adalah metode yang pertama dan utama untuk menyelesaikan masalah misionaris. Di antara segala metode yang telah direncanakan, tidak satu pun lebih praktis, lebih berhasil dibanding dengan metode ini. Jika kita dapat membentuk sekelompok orang secara tetap di rumah dan menjadi kebiasaan untuk mendukung dengan doa setiap misionaris di tengah perjuangan dengan metode sederhana ini saja maka efisiensi kekuatan misionaris saat ini mungkin dapat digandakan."


2. Angkatlah Seorang Misionaris
Satu cara untuk menjadikan doa misi lebih berarti adalah dengan mendoakan seorang misionaris secara spesifik. Mungkin gereja Anda sudah mendukung beberapa misionaris. Anda bisa memulai dari sana. Jika belum, ada sejumlah badan misi Filipina yang senang meminta Anda berdoa untuk satu di antara para misionaris mereka.

Mulailah berkorespondensi dengan misionaris Anda untuk memberi semangat padanya dan mengetahui apa keperluan-keperluannya. Berikut ini adalah beberapa pedoman untuk menolong Anda berdoa.

Alkitab
Jadikan pola doa Anda seperti contoh-contoh dan nasihat-nasihat dalam Alkitab (Efesus 1:15-21; 3:14-21; 6:18-20; Filipi 1:9-11; Kolose 1:9-14; 4:2-4; 2Tesalonika 3:1-5; 1Timotius 2:1-4). Ini merupakan satu cara yang sangat baik untuk meyakinkan bahwa Anda berdoa dengan sasaran.

Keluarga
Jika misionaris Anda punya sebuah keluarga, mereka sebaiknya menjadi suatu fokus reguler dalam doa Anda. Doakan kesehatan mereka dan keharmonisan keluarga. Doakan untuk suatu pernikahan yang kokoh. Doakan supaya semua anak mereka bertumbuh sehingga mengasihi dan menaati Tuhan Yesus.

Penyesuaian Budaya
Berdoalah supaya mereka mau belajar bahasa dengan baik dan menyesuaikan diri dengan kultur baru mereka. Mintakan kepada Allah supaya memberi mereka hubungan kasih dengan orang-orang pribumi dan rekan-rekan misionaris.

Pertumbuhan Rohani
Berdoalah untuk pertumbuhan rohani misionaris -- supaya Allah menolong mereka hidup dan melayani dengan kuasa Roh Kudus, dan supaya mereka menjadi lebih seperti Kristus. Mintakan pada Allah supaya mengembangkan Roh dalam hidup mereka.

Pelayanan
Kenali sebaik mungkin hal-hal yang spesifik dalam pelayanan misionaris Anda sehingga Anda dapat berdoa sungguh-sungguh. Apakah ia (istri) seorang penerjemah Alkitab di suatu daerah suku? Apakah ia (suami) seorang perintis jemaat di antara kota-kota raksasa dunia? Apakah ia (istri) mengajar di sebuah sekolah untuk-anak misionaris? Apakah ia (suami) sekolah untuk anak-anak misionaris? Tiap-tiap pelayanan ini memiliki tantangan-tantangan dan kesulitan- kesulitan tersendiri. Pelajari tantangan dan kesulitan ini sehingga Anda bisa memusatkan perhatian pada keperluan-keperluan misionaris Anda untuk didoakan.

Keperluan Finansial
Anda kemungkinan tidak mampu menyumbang banyak untuk mendukung misionaris Anda, tetapi Anda tentu dapat meminta kepada Allah untuk memenuhi keperluan mereka. Kerja misionaris memang cukup sulit, tidak perlu ditambah dengan kegelisahan karena dukungan yang tidak memadai.

Peperangan Rohani
Mintakan kepada Allah supaya melindungi misionaris Anda dari kekuatan-kekuatan roh jahat yang mungkin menghambat pelayanannya atau berusaha untuk menjatuhkannya. Berdoalah supaya misionaris Anda tidak akan memberikan tempat berpijak kepada musuh -- supaya ia menggunakan senjata rohani yang diberikan kepada setiap orang Kristen (Efesus 6:10-18).


3. Bercermin
Banyaknya keperluan misionaris Anda akan sama banyak dengan keperluan Anda. Pikirkan bidang-bidang yang ingin Anda doakan, dan karena itu doakanlah juga untuk misionaris Anda.

Apakah Anda lemah semangat? Berdoalah supaya Allah menguatkan Anda dan misionaris Anda. Apakah Anda merasa kering secara rohani? Sebagian besar misionaris bukanlah 'raksasa rohani'. Mereka juga memerlukan dukungan doa-doa Anda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Para misionaris memerlukan doa-doa kita. Dan kita memerlukan pertumbuhan rohani yang akan terjadi dalam hidup kita pada saat kita menyerahkan diri kita untuk doa Amanat Agung.


4. Gunakan Sumber-sumber Daya
Untungnya, ada beberapa sumber daya yang sangat baik tersedia dengan harga-harga yang terjangkau untuk mempermudah doa Amanat Agung. Satu di antara sumber-sumber daya ini adalah "Global Prayer Digest".

"Global Prayer Digest" adalah panduan doa bulanan yang cukup baik dan disediakan oleh Partners for World Mission, Filipina. Tujuan "Global Prayer Digest" adalah mendorong gerakan doa untuk kelompok-kelompok masyarakat yang belum terjangkau. Panduan ini berisi keterangan yang menarik tentang kelompok-kelompok masyarakat belum terjangkau, ditambah dengan uraian-uraian singkat biografi yang menarik dan wawasan-wawasan alkitabiah. Format satu halaman per hari dengan mudah digabungkan dengan renungan pribadi dalam keluarga Anda. Ini juga merupakan suatu sumber daya yang sangat baik untuk digunakan dalam sebuah Kelompok Doa Amanat Agung.

Sumber lain yang juga bisa menolong adalah "Operation World". Buku karya Patrick Johnstone yang sangat bagus ini merupakan satu di antara sumber-sumber paling komprehensif yang ada dan sangat berguna. Sumber ini mencakup informasi tentang sebagian besar negara-negara di dunia yang disusun berdasarkan urutan abjad untuk fokus doa setahun. Setiap entry berisi informasi latar belakang yang menarik dan berguna tentang suatu negara. Keterangan ini ditambah dengan pokok- pokok doa.

Meskipun sejumlah keterangan menarik ditambahkan, sama sekali ini bukan sebuah buku statistik yang kering. Satu di antara aspek-aspek yang paling menonjol pada "Operation World" adalah kemampuan penulisnya untuk memberikan data bagi setiap negara. Berulang-ulang Anda sendiri akan tergerak untuk berdoa melalui permohonan-permohonan doa yang disarankan. *

Sumber: "Menjawab Tantangan Amanat Agung"/Dean Wiebracht/Yayasan ANDI, Yogyakarta/1992
Baca selanjutnya...

Doa Syafaat Penginjilan

Oleh: W. Jahnke

Dari Roma 3:10, 19 kita mengetahui bahwa semua orang berada di bawah kuasa dosa, dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Firman ini dengan terus terang mengatakan bahwa semua manusia di bawah hukuman Tuhan, karena mereka sudah berbuat dosa (Roma 3:23). Dosa memisahkan manusia dari Tuhan (Yesaya 59:2-3). Tetapi TUHAN tidak membiarkan hal ini, tetapi mengirim Anak-Nya yang membayar untuk orang durhaka dalam dunia ini dengan darah-Nya (Roma 3:24). Berita ini harus disampaikan kepada mereka yang belum mengerti rahasia keselamatan Tuhan, dan ini merupakan tanggung jawab kita.

Selain pergi kepada mereka, doa syafaat mempunyai satu peranan yang ikut menentukan dalam menjangkau mereka yang terpisah dari Tuhan. Tokoh-tokoh Alkitab memberikan contoh kepada kita bagaimana mereka mendoakan bangsa dan suku bangsa yang sudah menyeleweng dari jalan yang benar: Musa (Mzm. 106:23), Samuel (1Sam. 12:23; 15,11; Mzm. 99:6), Yesaya 64, jawaban doanya di Yes. 65:1, Daniel 9, Nehemia 1:4-11; 9:1-37. Yesus dan Rasul Paulus pun banyak berdoa syafaat. Doa syafaat buat suku-suku terabaikan merupakan satu keharusan buat seorang Kristen, tetapi bagaimana cara berdoa bersama buat penginjilan?


Vision
Perlu ada visi dan pengertian yang dalam tentang doa syafaat. Membaca banyak bagian dalam Alkitab tentang perlunya doa, akan membantu untuk menjadi seorang yang bisa terjun ke dalam doa syafaat. Apalagi dipelajari bagaimana dahsyatnya hukuman Allah atas mereka yang tidak selamat ("Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup" Ibrani 10:31 - dan banyak ayat lain di kitab-kitab nabi di Perjanjian Lama), kita akan dipenuhi dengan belas kasihan untuk mereka yang tidak mempunyai harapan. Firman Tuhan menjadi rangsangan untuk berdoa syafaat.


Janji-Janji Tuhan
"Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka" (Amsal 31:8-9).

Suku-suku bangsa jauh dari Tuhan, tidak bisa membuka mulutnya dan menyebutkan nama Yesus, karena itu kita yang mengenal Yesus harus berseru buat mereka, supaya mereka dapat mendengar firman yang dapat menyelamatkan mereka dari berbagai ikatan. Mereka secara rohani merana dan tertindas, kita harus berseru kepada Tuhan, agar mereka diselamatkan (Roma 10:13).

Sebelum Yesus datang kembali, Injil Kerajaan harus diberitakan lebih dahulu kepada semua suku bangsa. Matius 24:14 menulis, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Hanya lewat berita ini mereka mendapat kesempatan untuk bertobat. Kita mau memegahkan Yesus atas semua penduduk di antara suku-suku terabaikan di Indonesia. Yesus Kristus sudah mati untuk mereka semua, Ia sudah membayar dengan penuh, semua kuasa yang ada di antara mereka sudah dikalahkan oleh Yesus. Meskipun kita tidak mengetahui dengan rinci tentang sebagian suku-suku terabaikan, tetapi kalau kita meletakkan nama Tuhan atas mereka (seperti dahulu para imam di Bilangan 6:27), Tuhan akan mulai bekerja di tengah mereka, supaya mereka akan mengenal jalan keselamatan untuk mereka sendiri.


Langkah-langkah Praktis untuk Doa Syafaat
Perlu seorang pemimpin yang memiliki visi yang jelas untuk berdoa syafaat buat suku-suku terabaikan. Buatlah pokok doa tertulis, supaya waktu tidak habis untuk penjelasan yang terlalu panjang. Sangat menolong, kalau semua peserta doa mempunyai pokok doa di tangannya. Sambil berdoa mereka dapat membacanya.

Tempat: Bisa di kantor, di sekolah/kampus, di rumah antara tetangga, gedung gereja, di luar di bawah pohon dll.

Waktu: Bisa dipakai waktu luang di kantor atau sekolah/kampus, para tetangga bisa bertemu sebelum pergi ke tempat kerja, siang hari pada waktu istirahat, atau malam hari, bisa singkat saja atau dua tiga jam lamanya.

Apabila waktu doa agak lama, perlu bahan pokok doa lebih banyak. Jika tidak, para pendoa tidak tahu lagi mau mendoakan apa. Akan lebih baik kalau dibuat beberapa sesi, di mana setiap sesi dengan pokok doa tersendiri. Sesudah 15-20 menit, pemimpin mengangkat suaranya sebagai tanda sesi ini sudah selesai, sesudah itu ia mengumumkan bagian pokok doa berikutnya yang sudah ada di tangan para peserta. Dengan demikian, tidak perlu ada penjelasan panjang lebar, sehingga mereka dapat langsung berdoa lagi. Lewat cara ini akan lebih menghemat waktu!

Untuk doa dalam Persekutuan Doa (PD), kalau kelompok cukup besar, lebih baik dibuat beberapa kelompok kecil yang duduk berdekatan (2-4 orang) dan mendoakan pokok doa dengan setengah suara secara bergiliran. Dalam PD tidak perlu panjang lebar Pendalaman Alkitab (PA) dan nyanyian, cukup beberapa ayat Firman Tuhan sebagai janji dan rangsangan dalam doa syafaat. Biarlah doa merupakan bagian yang paling penting dan paling utama.

Supaya doa syafaat sesuai kebutuhan, jalinlah hubungan dengan para pekerja misi di garis depan, dengan demikian para pendoa mendengar apa yang perlu didoakan. Cari juga informasi dari koran dan majalah yang sering membawa berita dari daerah, suku bangsa, dan dari banyak negara.

Bertekunlah dalam doa. Dalam doa syafaat penginjilan, seringkali hasilnya tidak kelihatan dalam waktu singkat. Diperlukan ketekunan sampai benteng Iblis dibongkar (1Tes. 5:17; Rm. 12:12). Berdoalah secara terus-menerus sampai ada hasil yang nampak (Luk. 18:1-8), lihat Abraham (Rm. 4:18-21). Di ruang doa dan rumah sendiri pasanglah peta-peta dunia dan daerah-daerah, gambar-gambar dari suku yang sudah diadopsi dan pokok doa singkat, supaya kapan saja melihatnya kita diingatkan kembali.


Apa yang Menjadi Halangan untuk Terjun Dalam Doa Syafaat?
TIDAK ADA WAKTU. Gunakanlah waktu dengan bijaksana! Firman Tuhan di Efesus 5:16, "pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." Kemudian di Mazmur, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mzm. 90:12).

Pengalaman saya, kalau mengundang orang Kristen untuk menghadiri persekutuan doa, seringkali mendapat jawaban, "Saya tidak ada waktu!" Sebenarnya jawaban ini tidak tepat, karena tidak ada orang yang tidak mempunyai waktu. Semua orang mendapat setiap hari 24 jam, tidak ada yang lebih dan juga tidak ada yang kurang daripada itu. Yang menjadi masalah, bagaimana 24 jam dibagi dengan sekian tugas dan tuntutan yang ada. Ada sekian jam di mana orang lain yang menentukan buat kita, dan ada sekian jam di mana kita bisa mengatur sendiri dengan bebas.

Yang menjadi pokok adalah prioritas yang diberikan pada sekian tugas dan tuntutan yang ada. Saya mempunyai kesan, doa syafaat sering mendapat prioritas yang paling bawah. Tanggapan orang seringkali adalah, "Saya mempunyai banyak tugas, ada acara lain dan sebagainya." Kalau semua yang lain sudah selesai dan masih ada waktu tertinggal, baru orang ini siap untuk mengambil bagian dalam doa syafaat. Tetapi biasanya tidak ada waktu yang tertinggal, dengan demikian, persekutuan doa, apalagi doa syafaat untuk penginjilan tidak ramai dikunjungi. Secara praktis ini berarti seolah-olah orang mau berkata, "Yang lain lebih penting dari pada doa." Meskipun secara langsung tidak berani mengungkapkan ini.

Kalau kita mengatakan, "Saya sibuk, karena itu tidak ada waktu tertinggal untuk berdoa," ini berarti kita lebih sibuk daripada yang Tuhan perintahkan kepada kita, dengan kata lain, kita melibatkan diri dengan tugas yang tidak dipercayakan-Nya kepada kita. Tidak mungkin Tuhan memperkerjakan seorang Kristen sedemikian rupa, supaya tidak ada lagi waktu untuk berdoa.

KURANG ADA INFORMASI. Kita tidak bisa mendoakan sesuatu yang kita tidak mengetahuinya. Paulus bisa berdoa untuk kota Kolose dan daerah lain yang ia tidak kenal, karena ia mendapat informasi dari situ (Kol. 1:9; 4:12), dan segera sesudah Paulus mendapat informasi ia langsung terjun dalam doa syafaat (Kol. 2:1-3). Pada masa kini sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mendapat informasi, yang penting, apakah si pendoa mau mencari informasi. Berbagai lembaga misi yang ada merupakan salah satu sumber informasi buat penginjilan di antara suku-suku terabaikan. Dalam surat kabar, majalah umum, perpustakaan dan korespondensi juga terdapat berbagai informasi yang dapat menjadi pokok doa agar orang setia dalam berdoa syafaat.

KEROHANIAN PUDAR/SEGAN BERDOA. Ini merupakan masalah utama, kasih pertama sudah hilang. Perintah di Mazmur 105:4, "Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" merupakan satu tugas yang menjadi berat, di mana kepedulian terhadap nasib kekal orang lain sudah hilang. Di sini "dekat dengan Tuhan" harus dipulihkan kembali lebih dahulu, baru seorang Kristen dapat terjun dalam pelayanan doa syafaat.

TIDAK DIPROGRAMKAN. Kalau waktu dan kesempatan untuk berdoa syafaat tidak dijadwalkan, maka tidak akan pernah ada waktu, karena telah terpakai untuk mengerjakan hal lain. Karena banyak orang Kristen hidup tanpa program, maka mereka juga jarang berdoa secara intensif; jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan lewat begitu saja.

Seringkali dalam persekutuan yang dinamakan persekutuan doa, waktu dihabiskan dengan banyak cerita, nyanyian panjang yang melelahkan dll, sesudah itu hanya sedikit waktu tertinggal sehingga gairah orang untuk berdoa sudah hilang. Yang paling utama dalam persekutuan doa adalah doa syafaat. Kuasa Iblis mengganggu, karena ia tidak senang kalau orang Kristen berdoa syafaat. Kalau ada perasaan tidak mau berdoa, justru harus berdoa, karena perasaan ini merupakan serangan Iblis. Dalam nama Tuhan semua gangguan dan serangan Iblis harus dilawan, darah Yesus lebih kuat.


Bagaimana Respons Kita?
Mari kita menjadi sama dengan pengintai di Yesaya 62:6-7, "Di atas tembok-tembok, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi." Yerusalem melambangkan jemaat yang beranggotakan dari semua suku di seluruh bumi. Tugas kita di Mazmur 105:1, "Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya," dan Mazmur 96:3, "Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa- bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa." Kita mendapat satu hak istimewa untuk melihat penggenapan dari Mazmur 72:19, "Kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin."

Sumber: Tidak diketahui
Baca selanjutnya...

Misi Tidak Mungkin Tanpa Doa

Oleh: Dr. Veronika J. Elbers

Banyak orang Kristen, khususnya kaum Injili yang sering berbicara mengenai misi. Bahkan di satu sisi ada gereja-gereja di antara mereka yang bersedia mengumpulkan uang bagi para misionaris, namun sangat disayangkan, mereka tidak sepenuhnya mengerti apa maknanya terlibat atau mengambil bagian dalam penginjilan misi sedunia. Di sisi lain ada gereja-gereja yang kurang tertarik dengan misi, karena takut kehilangan dana dan tenaga yang mereka anggap sangat dibutuhkan.

Kita sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru dan yang sudah menikmati keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus, seharusnya bertanya kepada diri kita sendiri, "Bagaimana saya bisa mengambil bagian dalam misi sedunia?" Apakah saya harus pergi atau mempersembahkan uang atau terbeban untuk berdoa bagi misi sedunia? Memang dapat dikatakan bahwa tidak semua orang Kristen terpanggil untuk pergi ke Ladang Misi dan memberitakan Injil di sana. Seorang bapak atau ibu rumah tangga yang sudah berumur, yang sibuk mengurus keluarganya, bisa jadi terhalang untuk meninggalkan semuanya, pergi ke negara atau suatu daerah baru dan menjadi misionaris di sana. Namun apakah ini berarti dia tidak bisa terlibat dalam misi sedunia? Tentu saja tidak berarti demikian. Dia tetap dibutuhkan untuk melaksanakan Amanat Agung. Dia bisa mengambil bagian dalam persembahan dana dan doa untuk mendukung pekabaran Injil di seluruh dunia. Doa adalah pegangan utama bagi keefektifan pekerjaan misi sedunia.

Kita semua mengetahui bahwa memang ada aktivitas yang bisa dilaksanakan tanpa doa. Namun tidak demikian halnya dengan aktivitas yang berkaitan dengan misi. Apabila pelayanan misi dapat berhasil dengan baik, maka hal ini tidak lepas dari peran doa orang-orang Kristen. Doa orang Kristen merupakan rahasia. Allah yang Mahakuasa dan Mahatahu, menginginkan dan meminta doa setiap orang Kristen, supaya Kerajaan Allah bisa dibangun di dunia ini. Dan kalau kita melihat keadaan dunia saat ini yang penuh dengan berbagai halangan dan kesulitan bagi tersebarnya Injil, maka kita tetap tidak boleh lupa, bahwa bukan kita sebagai manusia yang terbatas, sering bersalah, dan patah semangat, namun marilah kita melihat kepada Allah yang adalah sang Pemilik Tuaian, yang telah berfirman, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...." (Mat. 28:19-20).

"Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng." (2Kor. 10:3-4). Dalam Efesus 6:12 dikatakan, "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." Dan dalam Wahyu 5:1-8:5 disebutkan bahwa di satu pihak hanya Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus yang berkuasa membuka meterai-meterai dan bahwa hanya Dialah yang berkuasa mengontrol seluruh dunia dan sejarah. Namun di lain pihak doa-doa orang percaya, yaitu orang Kristen yang sudah lahir baru sangat dibutuhkan supaya rencana Allah untuk dunia ini terlaksana (bandingkan Wahyu 5:8 dengan 8:1-5).

Dengan kata lain, Allah yang Mahakuasa ingin menyelamatkan manusia dan bersedia untuk melibatkan umat Kristen dalam membangun kerajaan-Nya. Dia ingin jemaat-Nya berdoa bagi dunia yang penuh dengan orang yang belum diselamatkan. Itulah sebabnya sangat penting bagi kita sebagai orang Kristen untuk berdoa agar Amanat Agung bisa terlaksana di dunia ini. Tetapi apabila kita malas dan tidak peduli akan keselamatan jiwa orang lain, maka banyak orang yang tidak akan diselamatkan, oleh karena jemaat Allah tidak menaati perintah dan Amanat Agung Tuhannya. Namun jikalau kita berdoa maka kita bisa mengubah dunia ini. "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari Wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." (2Taw. 7:14).

Pada masa sekarang ini, kita sebagai orang Kristen sangat dihimbau untuk membuka mata rohani kita serta melihat bahwa dunia ini dan negara kita, sangat memerlukan dukungan doa syafaat, agar dipulihkan dari dosa mereka. Masih sangat banyak orang yang tersesat dan belum dijangkau oleh Injil. Jumlah orang yang membutuhkan Kabar Baik ini, semakin bertambah jumlahnya. Bandingkan dengan statistik di bawah ini:



Kalau kita melihat statistik ini, kita harus mengakui bahwa gereja selama 200 tahun terakhir telah bekerja dengan keras, dan memang sudah ada hasilnya. Akan tetapi masih ada begitu banyak orang yang belum tercapai oleh Injil. Dan jumlah mereka saat ini masih sangat besar.

Setiap orang dari 4,3 milyar jiwa tersebut mempunyai kepribadian sendiri dan berhak untuk mendengar Kabar Baik. Firman Tuhan menyatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus sangat mengasihi mereka, dan Ia telah rela mati di atas kayu salib, supaya mereka dapat diselamatkan dari kebinasaan yang kekal. Jumlah 4,3 milyar ini bukan sekadar angka saja, tetapi merupakan manusia yang sangat berharga di mata Allah yang menciptakan mereka. Mereka hanya satu kali saja hidup di dunia ini, dan hanya di dunialah mereka mempunyai kesempatan untuk bertobat. Apabila mereka sudah mati, maka tidak ada lagi kesempatan kedua mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan Yesus Kristus. Hidup di dunia ini sangat menentukan di mana mereka kelak berada. Apakah mereka nantinya berada di sorga dalam persekutuan yang indah dengan Tuhan Yesus Kristus, atau berada di neraka di mana tidak ada damai sejahtera. Masa depan setelah kematian bukanlah suatu jangka waktu yang pendek, tetapi merupakan jangka waktu yang sangat panjang, yaitu jangka waktu yang kekal.

Kalau kita sebagai orang Kristen bersedia dan menggumuli mereka yang masih tersesat, maka Tuhan akan menyelamatkan mereka dari kuasa iblis dan akan keluar dari kerajaan kegelapan. Kita harus diperbarui lagi dan apabila kita lebih setia kepada-Nya kita yakin bahwa Tuhan sedang bekerja di dunia ini. Melakukan pembicaraan tentang kasih Allah kepada sesama manusia, adalah suatu perkara yang mulia. Namun alangkah lebih mulianya, apabila kita berbicara kepada Allah tentang manusia.

Seorang murid Kristus tidak akan dapat bersaksi dengan baik dan sukses, apabila dia sebelumnya tidak belajar untuk memperjuangkan dunia yang perlu diselamatkan di hadapan Allah. Segala kesaksian dan pelayanan bagi Tuhan Yesus Kritus tidak akan berhasil apabila tidak disertai dengan doa. Makin sedikit komunikasi seorang murid Kristus dengan Tuhannya, maka semakin sedikit pula doa syafaat dan hasil pelayanannya bagi Tuhan. Sebagai murid Kristus dan agar hidup kita tidak sia-sia di dunia ini, maka sangat perlu bagi kita untuk berperan serta di dalam misi sedunia, supaya Amanat Agung bisa terlaksana sampai Tuhan Yesus datang kembali ke dalam dunia ini. Seluruh tubuh Kristus, yaitu tiap-tiap anggota jemaat di dunia ini, harus mengambil bagian agar tujuan misi dapat tercapai. Jemaat harus bangun dari tidurnya secara rohani dan berperang serta berdoa, supaya banyak orang bisa diselamatkan. Tiap-tiap kita diminta dan dibutuhkan untuk berdoa. *

Sumber: "Doa dan Misi"/SAAT/e-JEMMi
Baca selanjutnya...

Berdoa untuk Mereka yang Belum Terjangkau

Oleh: Karen Schmidt

Doa seperti apakah yang mempunyai dampak terbesar bagi Misi Pekabaran Injil? Di bawah ini adalah cuplikan dari tiga buah pendekatan tentang berdoa untuk mereka yang belum terjangkau.

Pemetaan Spiritual
Bagi George Otis Jr, pemetaan spiritual merupakan sebuah alat yang sangat penting untuk penginjilan. Otis adalah presiden dari kelompok Sentinel -- sebuah kelompok yang meluncurkan sebuah video dokumenter berjudul "Transformation I dan II" pada tahun 1999.

Video ini berdurasi 60 menit dan mendokumentasikan apa yang disebut dengan "Evangelistic Breakthrough" (Terobosan Penginjilan) di empat kota yang ada di tiga benua. Dobrakan ini terjadi sebagai respon dari doa-doa yang dipadukan dengan pemetaan spiritual.

Pemetaan spiritual adalah sebuah cara untuk memberi petunjuk kepada para pendoa syafaat tentang bagaimana menyelidiki apa yang disebut dengan "Spiritual Pathology" (Sumber/Analisa Masalah Spiritual) dalam komunitas mereka dan kemudian berdoa melawan roh setan/kuasa kegelapan yang mengikat komunitas tersebut. "Mengapa kegelapan rohani terus bercokol di sebuah komunitas tertentu?" tanya Otis yang juga adalah koordinator pembantu dari "United Prayer Track" untuk gerakan "AD 2000 and Beyond", dan juga telah mengarang sebuah buku berjudul "The Twilight Labyrinth".

Di buku ini dia menjelaskan penelitiannya tentang penyembahan berhala dan tekanan spiritual. Otis percaya, untuk berdoa bagi pertobatan dari orang-orang dunia itu dimulai dari pengidentifikasian penghalang-penghalang spiritual dan kejadian- kejadian yang menciptakan hal-hal tersebut. Setelah melakukan penelitian yang didasari atas pemetaan spiritual, para pendoa syafaat bagi komunitas tersebut diinstruksikan bagaimana berdoa agar Tuhan membebaskan komunitas tersebut dari penghalang-penghalang spiritual sehingga Roh Kudus bisa bebas bekerja.

Berdoa Seperti Teladan Paulus
Lain lagi bagi Michael Pocock, Ph.D. yang merupakan ketua Departemen Penginjilan Dunia dan Studi Antar Kebudayaan di Sekolah Teologia Dallas. Dia percaya jika kita hendak berdoa untuk misi penginjilan, kita harus mengikuti contoh teladan yang diberikan di Alkitab. Pocock mengambil contoh Paulus yang berdoa di medan penginjilan terdepan yaitu di tempat para penyembah berhala. "Lihatlah apa yang didoakannya, apa yang dia minta orang lain untuk berdoa bagi dia dan bagaimana hasilnya di surat-suratnya." Kata Pocock.

Menurut Pocock, adalah sesuatu hal yang benar jika kita meminta Allah untuk mengakhiri kuasa iblis yang menguasai orang-orang tidak percaya di dalam nama Yesus Kristus ketika kita sedang berdoa untuk pertobatan suatu komunitas tertentu.Tetapi Pocock tidak melihat adanya alasan untuk mengetahui lebih banyak tentang roh-roh jahat. "Saya tidak menemukan di Alkitab tentang pentingnya kita mengetahui lebih banyak tentang siapakah roh-roh jahat tersebut. Mungkin memang ada setan-setan yang berkuasa di daerah tertentu dan mereka bisa memperoleh kekuatan melalui kerjasama dari para penyembah berhala yang tinggal di daerah tersebut. Tetapi saya mempertanyakan apakah mengidentifikasikan setan-setan tertentu adalah perintah Allah di Alkitab."

Walaupun begitu, Pocock berpendapat bahwa berdoa di tempat yang merupakan pusat orang yang tidak percaya merupakan hal yang dibenarkan dan dia sangat mendukung filosofi dari apa yang disebut dengan 'Prayer Walk' (Doa Keliling -- Praying Onsite with Insight).

"Melakukan 'Prayer Walk' sungguh merupakan sesuatu yang berharga. Saya pikir, dengan kita berdoa di tempat di mana penginjilan sedang berlangsung akan memberikan perbedaan dibanding kita berdoa di tempat lain. Saya tidak perduli jika dibutuhkan biaya yang besar untuk mendatangi tempat tersebut hanya untuk berdoa di sana. Hal ini sangat berharga."

Pocock sebelumnya melayani di sebuah gereja injili terbesar di Caracas, Venezuela. Gereja di mana Pendeta Samuel Olsen memulai gerakan 'Prayer Walk'-nya. Ketika gereja sedang mencoba untuk menjangkau daerah yang baru, maka Olsen dan orang-orang di gereja tersebut pergi berjalan kaki (atau menggunakan mobil jika terlalu berbahaya) untuk melewati blok demi blok dan berdoa untuk orang-orang yang ada di blok tersebut.

Doa yang Tekun
"Saya meragukan kalau ada organisasi misi atau penginjilan yang didukung oleh doa yang cukup." kata Dr. Wesley Duewel, seorang veteran OMS International berumur 61 tahun yang sekarang menjabat sebagai Presiden Emeritus di organisasi tersebut. Pada awal karir misionarinya, Duewel melayani di India. Dia mengatakan, "Kita berada di daerah yang sulit secara spiritual. Semua ladang misi adalah tempat peperangan untuk Allah. Ketika saya dalam penerbangan ke Amerika untuk menghadiri beberapa rapat setelah 25 tahun melayani di India, saya bertanya-tanya mengapa kita tidak mendapatkan hasil yang besar seperti yang saya harapkan."

Selama dalam perjalanan di Amerika, Duewel merasa Tuhan mengarahkan dia untuk meminta 1000 orang berdoa selama 15 menit setiap hari untuk misi penginjilan di India. "Kita memperoleh orang-orang yang mau berdoa dan tahun itu Tuhan memberikan kita 1500 petobat baru. Kemudian ada dua sampai tiga gereja yang didirikan dalam setahun, diikuti dengan pendirian lima gereja lagi. Seiring dengan berjalannya waktu, kami melihat rata-rata 25 gereja yang dibangun setiap tahunnya. Hal ini perlu usaha yang keras dalam berdoa untuk bisa memulai dobrakan bagi Allah di ladang penginjilan. Duewel percaya kalau peperangan rohani adalah elemen yang selalu hadir di dalam pekerjaan misi. "Peperangan rohani itu lebih dari hanya sekadar melawan setan-setan dan manifestasinya yang kelihatan." katanya. "Peperangan ini berarti menghalau kegelapan dan mengambil inisitatif melalui doa. Hal ini membutuhkan 'a holy hunger' (kerinduan yang kudus) bagi mereka yang terhilang dan doa dengan sepenuh hati serta jiwa. Saya percaya kalau kita perlu berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah untuk jiwa-jiwa tersebut.

Duewel percaya kalau orang Kristen seharusnya berdoa dengan menggunakan firman Allah untuk "membujuk" Allah. Namun lebih dari sekadar kata-kata dalam doa, dia menyadari bahwa pengabdian untuk berdoa dan semangat untuk menjangkau orang terhilang adalah kuncinya. "Saya tidak dapat lebih menekankan lagi akan pentingnya peran doa" kata Duewel. "Harapan kami satu-satunya untuk memperoleh tuaian ialah dengan tekun berdoa." *

Sumber: "World Pulse" 22 Juni 2001/e-JEMMi
Baca selanjutnya...

Komentar Terbaru

Artikel Terbaru

Powered By Blogger
Cari di pendoa.blogspot.com...

About this blog

Blog ini dibuat dengan tujuan untuk membagikan berkat firman Tuhan yang diperoleh kepada saudara seiman yang membutuhkan agar dapat saling membangun sebagai satu tubuh dalam Kristus. Materi diambil dari berbagai sumber seperti buku, milis, buletin, traktat, dan berbagai media lain. Hak cipta setiap tulisan ada pada masing-masing penulis, pembuat atau penerbit seperti yang tercantum pada setiap akhir tulisan (kecuali yang tidak diketahui sumbernya). Isi blog ini bersifat non-denominasi dan tidak condong/tidak memihak kepada kelompok denominasi tertentu. Apabila di dalamnya terdapat materi/tulisan yang tidak cocok/ tidak sesuai dengan pendapat/pemahaman Anda, mohon tetaplah menghargai hal itu dan silakan memberi tanggapan secara sopan dan tidak menghakimi. God bless you...

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP