Siapakah Allah Dalam Doamu?

Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 4:23-31
"Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku. Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.” (Mazmur 5:2-3)

Ketika Anda berdoa, siapakah Allah bagi diri Anda? Banyak orang Kristen saat berdoa memperlakukan Allah tidak ubahnya seperti seorang 'pembantu rumah tangga' yang harus menyediakan segala keperluannya, Allah yang bisa diperintah untuk melakukan ini dan itu sesuai dengan apa yang menjadi keinginannya dan harus dituruti. Allah dianggap Sinterklas yang siap memberikan hadiah; Anda boleh minta apa saja yang Anda inginkan, dan permintaan itu pasti tidak akan ditolak.

Namun kita melihat bagaimana konsep para rasul terhadap Allah ketika mereka berdoa saat sedang menghadapi ancaman dari para pemimpin agama pada waktu itu. Saat berdoa, para rasul menyebut Allah sebagai (ay. 24): (1) Tuhan. Kata ini dipakai dalam pengertian tuan bagi para budak. Para rasul memanggil Allah dengan cara itu, sebab mereka memutuskan untuk taat hanya kepada-Nya. Mereka memandang Allah sebagai Tuan yang berdaulat atas hidup mereka, dan mereka tidak lebih hanyalah hamba yang harus taat dan tunduk secara mutlak kepada Tuannya; (2) Pencipta langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dengan kalimat demikian, kita dapat melihat iman mereka. Mereka mengatakan bahwa langit dan bumi, laut dan segala isinya merupakan ciptaan Allah yang menunjukkan kuasa-Nya. Mereka percaya bahwa Allah yang telah menciptakan segalanya, sungguh-sungguh berkuasa mengatur semua ciptaan-Nya itu. Dengan demikian, mereka juga mengakui bahwa keberadaan hidup mereka juga diciptakan oleh Allah.

Dari konsep pengenalan ini, para rasul yakin bahwa Allah yang adalah Tuan dan Pencipta mereka pastilah peduli terhadap hidup mereka dan menjawab doa mereka. Bagaimana dengan sikap Anda ketika berdoa di hadapan Tuhan? Siapakah Allah bagi diri Anda ketika Anda berdoa?

Isi dan sikap doa yang benar ditentukan oleh pemahaman yang benar tentang Allah. Apakah kita sudah memiliki pemahaman sedemikian?


Sumber: Perspektif (11/03/05)

2 comments:

Anonymous 11 February, 2009 20:27  

Pemakaian Allah juga membingungkan bagi orang kristen karena orang islam juga pakai Allah. Lalu apakah sama Allah kristen dan Allah Isalam? kalau sama kenapa orang islam mengatakan orang kristen kafir? Kalau sama mengapa orng kristen sering mencap orang islam orang tidak kenal Tuhan alias kafir! Inilah yang membingungkan! orang kristen juga kalau ditanya tidak bisa membedakan alias tidak tau sama atau tidak.Seandai sama mestinya kita boleh dong sembahyang di mesjid kan ada Allahu akbar kita juga bisa bilang amin!kan sama!!padahal orng islam paling benci kalau dibilang Allah beranak!! Lha Tuhan Yesus putra" Allah " yang mana? masak dua agama yang berbeda punya punya Tuhan yang nama nya kok sama?? aneh!! coba dipikirkan.... dan berikan penjelasan yang simpel jangan ruwet! Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati!

Anonymous 14 February, 2009 11:03  

Perbedaan ini hanyalah masalah bahasa. Penggunaan kata "Allah" sudah ada sejak zaman bangsa Arab sebelum Islam masuk ke Arab. Waktu peristiwa Pentakosta, ada bangsa Arab yang ke Yerusalem dan mereka mendengar berita Injil disampaikan dalam bahasa mereka termasuk bahasa Arab. Jadi kata "Allah" dipakai pada saat itu oleh para murid yang dipimpin Petrus untuk berkhotbah di hadapan lebih kurang 3000 orang yang bertobat.

Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII, Kristen Katolik baru masuk abad ke-XVI dan Protestan pada abad ke-XVII, ini berarti sudah tiga abad lebih di mana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia, dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dalam bahasa Indonesia, ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Arab (1.495, termasuk kata 'Allah'), Inggris (1.610), dan Belanda (3.280), maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia, karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani.

Jadi, sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" juga, namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda, maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya, keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah.

Silakan baca artikel di http://www.yabina.org/layout2.htm

Komentar Terbaru

Artikel Terbaru

Powered By Blogger
Cari di pendoa.blogspot.com...

About this blog

Blog ini dibuat dengan tujuan untuk membagikan berkat firman Tuhan yang diperoleh kepada saudara seiman yang membutuhkan agar dapat saling membangun sebagai satu tubuh dalam Kristus. Materi diambil dari berbagai sumber seperti buku, milis, buletin, traktat, dan berbagai media lain. Hak cipta setiap tulisan ada pada masing-masing penulis, pembuat atau penerbit seperti yang tercantum pada setiap akhir tulisan (kecuali yang tidak diketahui sumbernya). Isi blog ini bersifat non-denominasi dan tidak condong/tidak memihak kepada kelompok denominasi tertentu. Apabila di dalamnya terdapat materi/tulisan yang tidak cocok/ tidak sesuai dengan pendapat/pemahaman Anda, mohon tetaplah menghargai hal itu dan silakan memberi tanggapan secara sopan dan tidak menghakimi. God bless you...

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP