Showing posts with label jawaban doa. Show all posts
Showing posts with label jawaban doa. Show all posts

Saat Tidak Melihat Jawaban Doa

Oleh: Stormie Omartian

Pernahkah anda berdoa mengenai suatu situasi tertentu, seseorang, suatu kebutuhan, atau suatu impian, dan tetap belum melihat jawaban atas doa-doa anda itu? Bila doa-doa kita tidak dijawab selama bertahun-tahun, mungkin kita akan merasa ingin menyerah saja dan atau menjadi jemu.

Jemu berarti anda terluka sangat dalam, sehingga anda tidak mempunyai kekuatan, kemampuan, motivasi atau harapan lagi untuk tetap berdoa. Dan juga, bila doa-doa kita tidak dijawab, kita sering mengira Allah tidak mengasihi dan tidak mempedulikan kita lagi serta segala sesuatu yang kita pedulikan, kemudian menjadi sedih dan kecewa. Kecewa kepada Allah karena Ia tidak menjawab doa-doa kita.

Namun, jangan biarkan kita tinggal dalam kekecewaan karena hal itu akan membawa kita menjadi kehilangan pengharapan dan hidup penuh dengan iri hati, kepahitan dan kemarahan.

Karena doa bukan memberitahukan kepada Allah apa yang harus dilakukanNya. Doa adalah membagikan perasaan kita dan membuat permohonan-permohonan kita diketahui olehNya. Kemudian Ia menjawab sesuai dengan kehendak-Nya.

Jadi hal apa yang harus kita lakukan saat kita tidak melihat jawaban doa kita? Memuji dan menyembah Allah. Mengapa?

• Saat kita menyembah Allah, maka kita dimampukan untuk melihat dan menyadari bahwa Allah lebih besar dari pada doa-doa kita (masalah kita). Dan pujian akan membawa kita melepaskan kekhawatiran dan kekecewaan itu kepada Allah, iman kita dibaharui sehingga kita dapat percaya lagi.

• Pujian dan penyembahan membawa kita masuk ke hadirat Allah dan mengundang hadiratNya agar tinggal di dalam kita dan lebih dalam. Di dalam hadiratNya, kita tidak mungkin tidak diberkati.

• Tindakan menyanyikan pujian kepada Allah akan melepaskan berkat-berkatNya kepada kita dan melepaskan hidup kebangkitan-Nya mengalir di dalam kita. Inilah kuasa yang tersembunyi di balik pujian kepada Allah. Kita dapat mengubah kesedihan kita menjadi sukacita melalui nyanyian pujian, dan rantai keputus-asaan yang berat akan hancur, karena dengan menyanyi kita menunjukkan bahwa iman dan pusat perhatian kita tertuju pada kebajikan dan kuasa Allah, bukan pada keadaan kita.

• Penyembahan adalah suatu tindakan iman, di mana kita menunjukkan kepada Bapa Sorgawi bahwa meskipun kita tidak selalu melihat jawaban-jawabanNya atas doa-doa kita, kita tetap percaya bahwa rencana-rencanaNya bagi kita adalah untuk kebaikan.

Baca selanjutnya...

Doa yang Tidak Terjawab

Ayat Bacaan: Matius 7:7-11
“Orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.” (Yakobus 1:6-7)

Doa memegang peranan penting dalam pertumbuhan rohani orang Kristen; karena itu, kedewasaan rohani seseorang akan terlihat melalui kualitas kehidupan doanya. Orang Kristen yang dewasa tidak akan tenang dengan apa yang kelihatannya merupakan doa yang tidak terjawab. Orang Kristen yang dewasa akan mencari tahu penyebab dari doanya yang tidak terjawab.

Alasan utama bagi tiap doa yang tidak terjawab adalah bahwa, dalam banyak hal kita telah meminta secara salah. Yakobus mengatakan, “Kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa” (Yak. 4:3b). Atau, apakah mungkin kita telah mengganti “percaya kepada Allah” dengan “percaya kepada doa?” Kita tidak dinasihati untuk menaruh percaya pada doa, tapi pada Tuhan, faktor terpenting dalam doa!

Ketika para rasul menghadapi kegagalan, mereka bertanya kepada Yesus, “Mengapa kami tidak dapat...?” Jawab Yesus, “Karena kamu kurang percaya.” Suatu analisis tentang doa kita mungkin dapat mengungkapkan kebenaran yang membingungkan ini, bahwa banyak di antara doa-doa yang dipanjatkan, sama sekali bukan doa yang lahir dari iman, melainkan doa yang lahir dari keputusasaan. Ketika kita berdoa, kita benar-benar berharap bahwa Tuhan mau menjawab, tapi, seringkali kita tidak memiliki keyakinan yang teguh bahwa Ia mampu berbuat demikian.

Kita harus tahu dan sadar bahwa Tuhan menjawab doa yang lahir dari iman; untuk itu, kita memiliki kepastian di dalam Firman-Nya, “Aku berkata kepadamu, apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kapadamu” (Mat. 21:22). Jangan mengira penerjemah telah keliru menyusun kalimatnya. Kitalah yang mempunyai sikap hati yang salah! Doa yang lahir dari iman akan dimampukan untuk melihat janji dan penegasan Allah, sesuai Firman-Nya.

Berdoalah dengan penuh keyakinan akan supremasi Allah.

Sumber: Perspektif
Baca selanjutnya...

Doa Sudah Dijawab


James Rutz, penulis buku “Mega Shift” menceritakan kisah menakjubkan tentang campur tangan Tuhan dalam menjawab doa. Kisah ini adalah peristiwa yang dialami seorang temannya bernama Barclay Tait yang menjual vila di Niceville, Florida.

Pada tahun 1977, Barclay adalah seorang pelatih bola basket berusia 36 tahun. Pada musim panas itu, ia memutuskan untuk menghadiri sebuah konferensi kristiani di Front Royal, Virginia. Datang empat hari lebih awal, ia pergi ke hutan terdekat dan mendirikan tenda dekat sebuah aliran sungai.

Pada hari terakhir, datanglah seorang pendaki gunung yang bertubuh tinggi kurus dengan sebuah buku catatan di ketiaknya, yang heran melihat Barclay sedang membaca Alkitabnya. Barclay menjelaskan bahwa ia sedang ada di situ untuk berpuasa dan merenung.

Dave, sang pendaki, menjawab, “Nah, saya adalah seorang pendoa syafaat. Apa yang ingin saya doakan bagi anda?”

Merasa agak bingung, Barclay berkata, “Oh, terus terang saja, saya ingin mendapatkan seorang istri.” Sang pendoa mencatat permohonan doa itu di dalam buku catatannya dan berlalu.

Pada tahun 1988 Barclay, yang sekarang sudah menikah dengan Sherry, secara ilahi dituntun untuk pindah ke Asheville, North Carolina. Pertemuan secara kebetulan dengan seseorang di halaman parkir Holiday Inn mendorongnya untuk memenuhi undangan pada sebuah pertemuan kelompok kristiani di luar kota. Ketika mereka sampai di pertemuan jam 7 malam itu, sang tuan rumah berjalan keluar dari dapur dan berhenti tegak mematung. “Saya kenal anda!” teriaknya, sambil menunjuk ke arahnya. “Anda adalah Barclay Tait!” Barclay terkejut sekali.

“Tunggu sebentar. Saya ingin menunjukkan sesuatu kepadamu,” kata sang tuan rumah. Dia bergegas naik ke loteng, membuat Tait berdiri di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Beberapa saat kemudian sang tuan rumah muncul lagi dengan buku catatan yang sudah usang. “Lihat di sini? Ini adalah saat saya menuliskan permohonan doa anda di kolom satu ketika saya bertemu anda di Front Royal pada tahun 1977: ‘Barclay Tait: Istri pilihan Tuhan.’” Barclay melihat tulisan di buku usang itu. Itu adalah buku harian doa yang paling terinci dan mempunyai metode yang baik yang pernah dilihatnya.

“Saya berdoa bagi anda selama tujuh tahun,” kata Dave. “Kemudian di tengah malam 30 Desember, 1984, Tuhan membangunkan saya dari tidur lelap dan berkata, “Tuliskan di dalam buku harian doamu: “Doa sudah dijawab”. Saya menuliskan begitu di buku ini. Lihat? Di kolom dua ini saya menulis, “Doa sudah dijawab.”

Barclay dan Sherry saling pandang satu sama lain dengan mulut menganga. Mereka duduk, dan menangis terharu. Dengan perlahan Barclay memberitahu Dave, “Itu adalah hari pernikahan kami.” (Os Hillman)

Sumber: Inspiring Stories
Baca selanjutnya...

Bagaimana Supaya Doa Dijawab Tuhan?

Banyak orang memandang “doa yang dijawab” sebagai Tuhan mengabulkan permohonan yang dipanjatkan kepadaNya. Jikalau doanya tidak dikabulkan, sering dianggap bahwa doa itu tidak dijawab. Sebetulnya ini adalah pengertian yang tidak tepat mengenai doa. Tuhan menjawab setiap doa yang dinaikkan kepadaNya. Yang harus kita ingat adalah bahwa kadang-kadang Tuhan menjawab “tidak” atau “tunggu.” Tuhan hanya berjanji untuk mengabulkan doa-doa kita kalau apa yang kita minta sesuai dengan kehendakNya.

1 Yohanes 5:14-15 “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”

Apa artinya berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan? Berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan adalah berdoa untuk hal-hal yang menghormati dan memuliakan Tuhan dan atau berdoa untuk hal-hal yang Alkitab secara jelas ungkapkan sebagai kehendak Allah. Jikalau kita berdoa untuk sesuatu yang tidak menghormati Tuhan atau yang bukan kehendak Tuhan bagi hidup kita, Tuhan tidak akan memberi apa yang kita minta.

Bagaimana kita mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan? Tuhan berjanji memberi kita hikmat saat kita memintanya. Yakobus 1:5 mengatakan, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah—yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit—maka hal itu akan diberikan kepadanya.” Kenali apa yang Alkitab katakan mengenai kehendak Tuhan bagi hidup Anda. Makin kita mengenal Firman Tuhan, makin kita mengetahui apa yang kita perlu doakan. Makin kita mengetahui apa yang kita perlu doakan, makin efektiflah kehidupan doa kita. *

Sumber: Got Questions

Baca selanjutnya...

Jawaban yang Tepat

"Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripada-Nya karena kita berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." (1 Yohanes 3:22)

James Gilmour, seorang utusan Injil di Mongolia, suatu ketika diminta mengobati beberapa prajurit yang terluka. Ia bukanlah dokter, tetapi dia memiliki pengetahuan mengenai pertolongan pertama. Ia mampu mengobati luka-luka dua orang prajurit, tetapi prajurit ketiga mengalami patah tulang paha yang parah. Gilmour tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka ia berlutut di samping prajurit itu dan berdoa mohon pertolongan dan yakin bahwa Tuhan akan menjawab.

Ketika ia tengah berpikir apa yang harus dilakukan, sekelompok pengemis datang meminta-minta. Walaupun Gilmour sedang berkonsentrasi pada prajurit yang luka, hatinya tergerak juga pada para pengemis yang compang-camping itu. Segera ia memberi sedikit uang dan perhatian kepada mereka.

Beberapa saat kemudian ia takjub memandang salah seorang pengemis yang berada di belakang. Orang yang tampak lelah dan kelaparan itu menyerupai kerangka hidup. Glimour tiba-tiba menyadari bahwa Tuhan tengah mengajarkan anatomi tubuh manusia melalui pengemis tadi. Lalu Glimour bertanya pada orang tua itu apakah ia boleh memeriksanya. Dengan hati-hati ia meraba-rabakan jari-jarinya pada bagian yang sama dengan tulang prajurit yang patah itu. Dengan begitu, ia mampu mebetulkan patah tulang prajurit itu. Beberapa tahun kemudian, Gilmour sering menceritakan hal tersebut sebagai jawaban doa dari Tuhan yang aneh tetapi indah.

Tuhan selalu memberi apa yang kita minta atau sesuatu yang lebih baik.

Sumber: "Renungan Harian"/RBC Ministries/Yayasan Gloria
Baca selanjutnya...

Minta Dalam Iman, Harapkan Jawaban

Semua orang ingin apa yang menjadi kerinduan hati mereka dapat digenapi oleh Tuhan. Inilah lima tahapan langkah untuk masuk dalam kehidupan doa yang berkuasa untuk mendatangkan jawaban.

1. Bertahan
Jangan kehilangan harap. Terus memuji Tuhan untuk kebaikanNya (Yakobus 1:1-4). Yakobus mendorong kita untuk "memandang itu semua dengan sukacita" ketika kita memasuki pencobaan yang menguji iman kita. Itu kedengarannya sulit. Namun kala kita bertahan atas semua pencobaan itu, memberi tekanan pada iman kita dan percaya bahwa Tuhan mempunyai kerinduan terbaik yang ada dalam hati kita, dalam diri kita akan muncul pengalaman ini: "sempurna dan utuh, tidak kekurangan suatu apapun". Seringkali Tuhan mengijinkan kita berjalan melalui tantangan kesulitan karena pengalaman itu membentuk kita untuk menerima jawaban yang Dia telah janjikan. Meski di tengah rasa sakit, jika kita terus bertekad dalam doa, berdiri diatas janjiNya dan percaya pada janji-janjiNya—kita akan melihat kebaikan Tuhan yang membawa kita ke tempat yang lebih baik.

Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (Yakobus 1:1-4)

2. Berhenti kuatir
Mintalah hikmat Tuhan berkaitan dengan situasi anda (Yakobus 1:5). Tuhan memberikan hikmat pada setiap orang yang meminta padaNya. Dia meminta itu dengan murah hati. Dia tidak keberatan kala kita meminta padaNya. Pada kenyataannya, Dia suka ketika kita datang padaNya dengan segala kebutuhan kita. Namun yang harus dipegang adalah, kita harus meminta hikmat untuk mendapat apa yng kita minta. Terlalu banyak dari kita punya alasan atas masalah kita dan kembali dengan solusi dari kita sendiri dan datang pada Tuhan hanya sebagai alternatif terakhir. Tuhan mengatakan dalam Yeremia 33:3 : "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Jika kita datang pada Tuhan segera setelah kita memasuki kesulitan, Dia berjanji akan memberikan pada kita pespektif Illahi atas situasi kita. Dia dapat menunjukkan pada kita jalan menanggapi pencobaan yang mungkin tidak pernah terjadi dalam kehidupan kita.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, —yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit—maka hal itu akan diberikan kepadanya. (Yakobus 1:5)

3. Berurusan tanpa sangsi
Datang pada Tuhan dalam iman - dan harapkan suatu jawaban (Yakobus 1:6-8). Ketika anda meminta pertolongan Tuhan, ingat bahwa Dia dapat dipercaya. Ketika Yesus mengundang Petrus untuk berjalan bersamanya diatas air, Petrus dapat melakukannya - selama dia terus menatap pada Yesus, dan ketika dia berfokus pada sekeliling - melihat gelombang sekeliling dia dan air yang bergelora, dia menjadi goyah. Ketika anda meminta pertolongan pada Tuhan, fokuslah pada FirmanNya dan apa yang Dia katakan pada hati anda untuk anda percayai daripada membiarkan keyakinan anda dikuasai oleh keadaan.

Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. (Yakobus 1:6-8)

4. Ingatlah
Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan (Yakobus 1:9-11). Dengan standar dunia, melalui kekayaan seseorang akan memiliki paling banyak kesempatan karena mereka punya sumber daya untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan. Mereka dapat memberikan yang terbaik yang dunia ini tawarkan dan dapat mengumpulkan kuasa dan pengaruh melalui kekayaan mereka. Namun kontras sekali, Tuhan tidak terkesan dengan kekayaan manusia, namun lebih pada kesediaan kita untuk percaya padaNya dan melalui ketaatan dalam apa yang Tuhan sudah katakan agar kita lakukan. Jika kita kaya dalam iman, tidak ada batasan untuk apa yang Tuhan dapat genapi melalui kehidupan kita.

Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap. (Yakobus 1:9-11)

5. Ketekunan
Terus arahkan mata pada Tuhan, dan berterimakasih atas kemenangan dariNya (Yakobus 1:12). Melalui ketekunan dalam doa dalam setiap situasi pencobaan, memuji Tuhan dan percaya pada kebaikanNya, kita akan membangun karakter yang kita perlukan untuk menerima semua yang yang Tuhan sudah sediakan bagi kita tanpa merasa terbebani. Dan setiap situasi kita akan muncul dalam kemenangan adalah gambaran kecil dari kemenangan yang menanti semua orang percaya suatu hari kelak ketika kita menerima mahkota kehidupan yang Tuhan sudah janjikan bagi siapa saja yang mengasihi Dia.

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)

Sumber: jawaban.com
Baca selanjutnya...

Tiga Prinsip Doa yang Terjawab

Oleh: Craig Von Buseck

“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Luk. 11:9). Doa adalah bagian yang terpenting dalam hubungan kita dengan Tuhan. Meski demikian, terlalu sering kita mengabaikan jembatan komunikasi yang vital ini dengan sorga. Dalam banyak kesempatan, kita tidak berdoa karena kita tidak tahu bagaimana cara berdoa atau seberapa sering kita harus berdoa.

Murid-murid Yesus melihat secara jelas efek doa dalam kehidupan-Nya. Yesus menghabiskan banyak waktu dalam doa, seringkali seorang diri. Murid-murid-Nya segera menyadari bahwa demonstrasi kuasa Tuhan dan kebijaksanaan-Nya mengalir keluar dari kehidupan Yesus sebagai hasil dari hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Saat mereka meminta-Nya untuk menjelaskan lebih alam tentang doa, Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

“Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Luk. 11:5-10).

Tiga kunci yang Yesus berikan untuk mendapatkan jawaban atas doa-doa kita dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Tetapkan Hati
Kunci pertama doa yang terjawab adalah ketetapan hati, yang artinya memegang sesuatu dengan kuat. Tuhan mau kita berpegang pada janji-janji-Nya dalam doa. Jangan biarkan kekecewaan membuat kita melepaskan iman kita. Pria dalam perumpamaan di atas tidak menyerah ketika tetangganya tidak menjawab permintaannya. Yesus menekankan bahwa tetangganya tidak akan bangun dan memberi dia apa-apa hanya karena dia temannya. Tapi karena ketetapan hatinya, tetangga ini akan bangun dan memberikan apa yang dibutuhkannya. Bahasa Yunani dari Lukas 11:10 dapat diterjemahkan sebagai berikut, “Mintalah dan teruslah meminta dan hal itu akan diberikan kepadamu; Carilah dan teruslah mencari dan kamu akan menemukan; ketoklah dan teruslah mengetok dan pintu akan dibukakan untukmu.”

Jika kita menghubungi Tuhan, Dia berjanji untuk menjawab! Namun kita harus menunggu Tuhan dan membiarkan Dia menjawab doa kita pada waktuNya yang sempurna. Biasanya banyak ujian datang sesaat sebelum jawaban doa kita tiba, nampaknya kegelapan yang paling gelap terjadi sebelum fajar menyingsing.


2. Maksud yang Jelas
Alkitab mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa kita belum menerima yang terbaik dari Tuhan adalah karena kita belum meminta kepada-Nya (lihat Yak. 4:2). Namun Tuhan ingin kita berbagi hati kita dengan-Nya. Dia mau anak-anak yang juga memimpikan hal-hal yang Dia impikan. Pria dalam perumpamaan tersebut tahu bahwa dia menginginkan dan meminta dengan maksud yang jelas.

Bawa kebutuhanmu dan berdoa pada-Nya, beranikan dirimu meminta keinginan-keinginanmu pada-Nya. Mzm. 37:4 mengatakan “dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” Izinkan Tuhan melebarkan visi Anda, dan luangkan waktu berdoa sehingga Anda akan siap menerima hal-hal baik yang telah Dia siapkan untuk Anda.

Mungkin Anda sedang menghadapi hubungan yang hancur, beban keuangan yang berat, frustasi karena kesehatan yang terus memburuk, atau keselamatan orang yang Anda cintai. Tuhan mau Anda datang kepada-Nya dengan iman tentang apapun yang ada dalam hati Anda. Dan janganlah berhenti sampai kebutuhan Anda saja. Mintalah juga visi untuk komunitas Anda, bangsa ini dan juga dunia. Lalu mulailah mendoakan kesan yang Dia berikan dalam pikiran Anda tentang itu. Ingatlah bahwa semakin Anda mendoakan hal-hal yang juga menjadi keinginan-Nya, semakin Anda menemukan kebutuhan anda terpenuhi.


3. Hubungan Pribadi
Kunci terpenting dalam doa yang efektif adalah hubungan pribadi dengan Bapa Sorgawi kita. Pria dalam perumpamaan itu pergi kepada temannya saat dia membutuhkan pertolongan. Dua pria dalam alkitab yang dikenal karena iman mereka adalah Abraham dan Musa. Kedua pria ini mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan. Yakobus 2:23 mengatakan tentang Abraham, “Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." dan Keluaran 33:11 mengatakan, “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.” Kedua pria ini menyaksikan Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dalam hidup mereka.

Namun ingatlah satu hal, persahabatan yang dekat membutuhkan waktu. Anda dapat memulainya dengan melibatkan Tuhan dalam setiap detail kehidupan kita dan belajar mengenal kesetiaan-Nya dalam tantangan dan peristiwa sehari-hari yang kita hadapi. Rencanakan waktu untuk membaca alkitab dan berdoa. Doakanlah keluarga dan teman-teman yang mungkin belum mengenal Tuhan. Dan jangan lupa bersyukur kepada-Nya. Betapa melegakan mengetahui bahwa Tuhan sangat mengasihi kita sehingga Dia memberikan kepada kita sambungan langsung dengan-Nya kapanpun kita membutuhkan arahan, kedamaian, ataupun kekuatan. Dan janji-Nya yang abadi pada kita yaitu, Dia akan menjawab doa-doa kita! *

Sumber: jawaban.com
Baca selanjutnya...

Komentar Terbaru

Artikel Terbaru

Powered By Blogger
Cari di pendoa.blogspot.com...

About this blog

Blog ini dibuat dengan tujuan untuk membagikan berkat firman Tuhan yang diperoleh kepada saudara seiman yang membutuhkan agar dapat saling membangun sebagai satu tubuh dalam Kristus. Materi diambil dari berbagai sumber seperti buku, milis, buletin, traktat, dan berbagai media lain. Hak cipta setiap tulisan ada pada masing-masing penulis, pembuat atau penerbit seperti yang tercantum pada setiap akhir tulisan (kecuali yang tidak diketahui sumbernya). Isi blog ini bersifat non-denominasi dan tidak condong/tidak memihak kepada kelompok denominasi tertentu. Apabila di dalamnya terdapat materi/tulisan yang tidak cocok/ tidak sesuai dengan pendapat/pemahaman Anda, mohon tetaplah menghargai hal itu dan silakan memberi tanggapan secara sopan dan tidak menghakimi. God bless you...

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP