Doa Menentukan Kemenangan
Sumber: TDmail Baca selanjutnya...
Posted by pendoa 0 comments
Firman Tuhan katakan kita harus selalu waspada dan berjaga-jaga dalam menjalani hidup ini, karena Iblis tidak akan berhenti mencari mangsanya, Iblis akan selalu siap menelan siapapun yang dapat ditelannya, karena iblis ingin menjatuhkan hidup kita.
Takkala Yesus dicobai iblis di padang gurun Iblis berjanji akan kembali lagi, karena itu Yesus katakan: "berjaga-jagalah dan berdoalah senantiasa, agar kita tidak jatuh di dalam pencobaan daging lemah roh penurut."
Apa tujuan Allah, agar kita harus berjaga-jaga dan berdoa?
1. Supaya hati kita tidak sarat dengan hal-hal duniawi (Luk. 21:34a)
Contoh ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan berada di padang gurun, mereka tidak menjaga hati dan kekudusan mereka, akibatnya mereka melakukan kejahatan di mata Tuhan seperti: penyembahan berhala, percabulan, mencobai Tuhan dan persungutan, mereka lebih suka kembali ke tanah mesir yang penuh dengan kejahatan itu, akhirnya Tuhan menghukum mereka .
Ini menjadi contoh bagi kita yang hidup sekarang ini, karena apabila hidup kita hanya dipenuhi oleh keinginan-keinginan duniawi (keinginan mata, keinginan daging, keangkuhan hidup), tetapi tidak dipenuhi oleh Roh Kudus yang adalah kekuatan kita, maka kita akan mudah jatuh di dalam jerat iblis .
Sebab itu Tuhan berkata agar kita selalu berjaga-jaga dan berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kita harus selalu siap sedia dan mawas diri terhadap serangan Iblis, dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus melalui doa, membaca Firman Tuhan dan bersekutu kepadaNya setiap saat dan hidup takut akan Tuhan. Firman Tuhan katakan: "mendekatlah kepada Allah, maka iblis akan lari dari padamu."
2. Supaya hari Tuhan jangan tiba-tiba jatuh seperti suatu jerat (Luk. 12:34 b)
Kalau kita lihat situasi dunia sekarang ini, waktu pengangkatan Gereja Tuhan sudah sangat dekat, tanda-tanda kedatanganNya untuk menjemput Gereja-Nya yang berjalan dengan Kuasa Roh Kudus sudah di ambang pintu.
Sebab itu Yesus berkata: Berjaga-jagalah dan sadarlah, sebab hari Tuhan datang tanpa kita ketahui, ia akan datang secara tiba-tiba seperti suatu jerat, nah kalau kita tidak sungguhsungguh berjaga-jaga, dan hanya bermasa bodoh, cuek, maka kita akan tertinggal dan akhirnya antikristus akan mengambil alih hidup kita,.
Sebab itu selagi pintu anugerahNya masih terbuka, marilah kita merubah sikap hidup kita sesuai FirmanNya, jangan malas mencari Tuhan, jangan lalai, jangan lengah dan terbuai dgn keinginan-keinginan dunia ini, hendaklah kita selalu waspada supaya kita bisa luput pada hari Tuhan yang sudah semakin dekat ini, sehingga kita akan terangkat saat Yesus menjemput GerejaNya.
Ingat kecenderungan manusia adalah tidak mau perduli, masa bodoh, merasa sudah nyaman dan terbuai dgn kesenangan-kesenangan dunia.
3. Supaya kita mendapat kekuatan (Luk. 12:36)
Kekuatan orang Kristen terletak di dalam doa dan Firman Tuhan sebab itu hendaklah kita selalu berjaga-jaga dan mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus supaya kita bisa luput dari hari kesusahan besar yang akan menimpa seluruh dunia ini.
Ingat Iblis suka penipu hidup kita dengan menawarkan keingian-keinginan dunia sehingga membuat rohani kita menjadi lemah bahkan mati.
Sebab itu pergunakan waktu yg sisa ini untuk lebih sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Tuhan, agar Roh Kudus menguasai hidup kita dan kita memperoleh kekuatan untuk mampu melawan segala tipu daya iblis, gunakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah yaitu: kebenaran, keadilan, memberitakan Injil, Iman, pedang Roh yaitu Firman Tuhan, dan doa.
Marilah jaga hidup kita dari keinginan-keinginan dunia, sebab dunia ini sedang menuju kepada kehancuran, karena di dalam dunia tidak ada yang abadi semuanya bersifat sementara.
Bagaimana cara kita berjaga-jaga dan berdoa? caranya yaitu: (1) Bangunlah hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus secara terus menerus,(2) mempunyai komitmen untuk tekun di dalam doa, (3) Rajin membaca FirmanNya dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam (4) Bersekutu selalu dengan Yesus (5) Hidup takut akan Tuhan (6) Menjaga hati dan mengundang Yesus masuk di dalam hati kita.
Sumber: terangdunia.com
Baca selanjutnya...
Posted by pendoa 0 comments
Labels: kuasa doa
Semua orang ingin apa yang menjadi kerinduan hati mereka dapat digenapi oleh Tuhan. Inilah lima tahapan langkah untuk masuk dalam kehidupan doa yang berkuasa untuk mendatangkan jawaban.
1. Bertahan
Jangan kehilangan harap. Terus memuji Tuhan untuk kebaikanNya (Yakobus 1:1-4). Yakobus mendorong kita untuk "memandang itu semua dengan sukacita" ketika kita memasuki pencobaan yang menguji iman kita. Itu kedengarannya sulit. Namun kala kita bertahan atas semua pencobaan itu, memberi tekanan pada iman kita dan percaya bahwa Tuhan mempunyai kerinduan terbaik yang ada dalam hati kita, dalam diri kita akan muncul pengalaman ini: "sempurna dan utuh, tidak kekurangan suatu apapun". Seringkali Tuhan mengijinkan kita berjalan melalui tantangan kesulitan karena pengalaman itu membentuk kita untuk menerima jawaban yang Dia telah janjikan. Meski di tengah rasa sakit, jika kita terus bertekad dalam doa, berdiri diatas janjiNya dan percaya pada janji-janjiNya—kita akan melihat kebaikan Tuhan yang membawa kita ke tempat yang lebih baik.
Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (Yakobus 1:1-4)
2. Berhenti kuatir
Mintalah hikmat Tuhan berkaitan dengan situasi anda (Yakobus 1:5). Tuhan memberikan hikmat pada setiap orang yang meminta padaNya. Dia meminta itu dengan murah hati. Dia tidak keberatan kala kita meminta padaNya. Pada kenyataannya, Dia suka ketika kita datang padaNya dengan segala kebutuhan kita. Namun yang harus dipegang adalah, kita harus meminta hikmat untuk mendapat apa yng kita minta. Terlalu banyak dari kita punya alasan atas masalah kita dan kembali dengan solusi dari kita sendiri dan datang pada Tuhan hanya sebagai alternatif terakhir. Tuhan mengatakan dalam Yeremia 33:3 : "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Jika kita datang pada Tuhan segera setelah kita memasuki kesulitan, Dia berjanji akan memberikan pada kita pespektif Illahi atas situasi kita. Dia dapat menunjukkan pada kita jalan menanggapi pencobaan yang mungkin tidak pernah terjadi dalam kehidupan kita.
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, —yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit—maka hal itu akan diberikan kepadanya. (Yakobus 1:5)
3. Berurusan tanpa sangsi
Datang pada Tuhan dalam iman - dan harapkan suatu jawaban (Yakobus 1:6-8). Ketika anda meminta pertolongan Tuhan, ingat bahwa Dia dapat dipercaya. Ketika Yesus mengundang Petrus untuk berjalan bersamanya diatas air, Petrus dapat melakukannya - selama dia terus menatap pada Yesus, dan ketika dia berfokus pada sekeliling - melihat gelombang sekeliling dia dan air yang bergelora, dia menjadi goyah. Ketika anda meminta pertolongan pada Tuhan, fokuslah pada FirmanNya dan apa yang Dia katakan pada hati anda untuk anda percayai daripada membiarkan keyakinan anda dikuasai oleh keadaan.
Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. (Yakobus 1:6-8)
4. Ingatlah
Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan (Yakobus 1:9-11). Dengan standar dunia, melalui kekayaan seseorang akan memiliki paling banyak kesempatan karena mereka punya sumber daya untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan. Mereka dapat memberikan yang terbaik yang dunia ini tawarkan dan dapat mengumpulkan kuasa dan pengaruh melalui kekayaan mereka. Namun kontras sekali, Tuhan tidak terkesan dengan kekayaan manusia, namun lebih pada kesediaan kita untuk percaya padaNya dan melalui ketaatan dalam apa yang Tuhan sudah katakan agar kita lakukan. Jika kita kaya dalam iman, tidak ada batasan untuk apa yang Tuhan dapat genapi melalui kehidupan kita.
Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap. (Yakobus 1:9-11)
5. Ketekunan
Terus arahkan mata pada Tuhan, dan berterimakasih atas kemenangan dariNya (Yakobus 1:12). Melalui ketekunan dalam doa dalam setiap situasi pencobaan, memuji Tuhan dan percaya pada kebaikanNya, kita akan membangun karakter yang kita perlukan untuk menerima semua yang yang Tuhan sudah sediakan bagi kita tanpa merasa terbebani. Dan setiap situasi kita akan muncul dalam kemenangan adalah gambaran kecil dari kemenangan yang menanti semua orang percaya suatu hari kelak ketika kita menerima mahkota kehidupan yang Tuhan sudah janjikan bagi siapa saja yang mengasihi Dia.
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)
Sumber: jawaban.com
Baca selanjutnya...
Posted by pendoa 0 comments
Labels: iman, jawaban doa, kuasa doa
Oleh: Yohan Candawasa
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. (Markus 1:25-29)
Pagi itu kekhusukan persekutuan Yesus dengan Bapa-Nya terpaksa terputus ketika murid-murid menemukan-Nya di tempat la menyendiri berdoa. Kata pertama yang disampaikan murid-murid-Nya adalah, "Semua orang mencari Engkau." Rupanya itulah alasan yang membuat murid-murid itu mencari Yesus. Siapakah orang-orang yang dimaksudkan oleh murid-murid itu, dan apa pula kepentingan mereka sampai pagi-pagi sudah bersemangat mencari Yesus?
Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu membaca Injil ini paling tidak mulai pasal Markus 1:21. Dikatakan, Yesus dengan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum pada hari Sabat. Di situ mereka masuk ke dalam sebuah rumah ibadat. Di tempat itu Yesus melakukan 2 hal: mengajar orang dan mengusir roh jahat dari seseorang yang dirasuk setan. Apa yang Yesus lakukan tersebut telah menakjubkan orang-orang yang ada di situ sehingga mengundang orang dari segala penjuru Galilea, khususnya orang-orang yang sakit dan kerasukan setan, berbondong-bondong datang mencari-Nya.
Bagaimana respon Yesus terhadap kebutuhan orang-orang yang mencari-Nya? Ternyata sangat mengejutkan dan kelihatan kejam sekali. Kepada murid-murid-Nya, la mengatakan, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota yang berdekatan supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Yesus meninggalkan mereka yang sudah susah payah menempuh perjalanan jauh— ingat, mereka bukan orang sehat; mereka penuh dengan pengharapan; mereka sangat 'urgent' dalam kebutuhan untuk disembuhkan atau dilepaskan dari setan. Bahkan mungkin ada yang seperti Lazarus, sakit keras, yang kalau tidak segera ditolong akan mati, dan perjalanan hari itu membuat penyakitnya menjadi lebih parah.
Dengan tindakan-Nya itu Yesus telah mengecewakan banyak orang. Pasti ada yang marah, ada yang mencaci maki-Nya. Semua orang yang datang hari itu dikecewakan-Nya. Mereka telah melakukan sebuah perjalanan sia-sia dan menaruh pengharapan yang kosong kepada Tuhan Yesus.
Mengapa Yesus berbuat begitu? la sendiri menjelaskan alasan tindakan-Nya. Bahwa la datang, utamanya bukan untuk menjadi tabib, bukan pula sebagai pengusir setan. Memberitakan Injil itulah yang Bapa sorgawi-Nya minta untuk la tunaikan.
Kapankah penolakan menjawab kebutuhan mendesak orang banyak yang datang kepada-Nya itu Yesus lakukan? Setelah la menyendiri berdoa kepada Bapa-Nya.
Doa adalah sebuah re-focusing hidup
Adakah kaitan antara doa-Nya dengan penolakan-Nya itu? Ada. Kisah Yesus berdoa diceritakan hanya 3 kali dalam Injil Markus. Di luar pasal 1:35 adalah pada pasal 6:46, setelah mujizat 5 roti dan 2 ikan. Isi doanya kemungkinan berkenaan dengan kebebalan otak dan kedegilan hati murid-murid-Nya, sehingga mereka gagal mengerti dan percaya kepada Yesus (pasal 6:45-52)- Kemudian yang ketiga pada pasal 14:32-37, pada pergumulan Yesus di Getsemani. Markus kelihatannya mengkaitkan doa dengan krisis atau tantangan yang Yesus alami. Pada pasal satu ini tantangannya adalah popularitas yang bisa mendistraksi-Nya dan panggilan utama-Nya.
Melalui menyendiri untuk bersekutu dengan Bapa-Nya dalam doa, Tuhan Yesus men-tuning fokus hidup-Nya secara terus menerus untuk melihat segala sesuatunya dari perspektif Bapa. Jelas bagi-Nya la datang bukan untuk menyembuhkan segala penyakit, membebaskan semua tawanan. Tidak semua urgensi dan kepentingan itu harus la selesaikan. la datang bukan pula untuk menikmali pujian dan kekaguman para fans, bukan pula untuk mendengarkan perkataan murid-murid-Nya.
Cermatilah kontras antara Yesus mencari Bapa dengan orang banyak mencari Tuhan Yesus. Orang banyak mencari Yesus dengan diri mereka sendiri sebagai fokus, sedangkan pada Yesus adalah untuk memfokuskan hidup-Nya bagi Bapa-Nya, bukan pada diri-Nya.
Billy Graham suatu kali memberikan sebuah ilustrasi singkat tentang pengaruh doa pada diri kita. la sedang mengawasi sebuah kapal yang ditarik masuk ke dalam dermaga. Tali-tali yang tebal diikatkan ke dermaga, dan ia mendengar mesin kapal yang sangat besar itu mulai menderu. Kemudian ia memperhatikan sesuatu yang membangkitkan rasa ingin tahunya. Saat tali-tali itu semakin ditarik menjadi kencang, dermaga tersebut tidak terseret ke arah kapal, tetapi sebaliknya kapal itulah yang ditarik ke arah dermaga.
Doa seharusnya tepat seperti itu. Ketika kita berdoa, kita tidak menarik Allah turun ke posisi kita supaya la menyelesaikan apa yang kita tugaskan kepada-Nya. Tapi sebaliknya, doa menarik kita lebih dekat kepada Allah supaya kita menerima kekuatan-Nya untuk melakukan perintah-Nya. Betapa sering kita lupa bahwa Allah tidak hidup bagi tujuan-tujuan kita, tapi kitalah yang hidup bagi tujuan-tujuan-Nya. Melalui doa, kita melihat semuanya dari sudut pandang-Nya.
Kita hidup dalam zaman serba sibuk, 'urgent', menuntut kecepatan. Sibuk itu diberi penghargaan tinggi. Sibuk itu adalah kebajikan. Saya mendengar orang-orang di Jepang tidak berani pulang sore, takut dipandang orang sebagai tidak punya kerja, atau kurang prestasi. Pulang makin larut malam makin baik, tanda kita orang sibuk. Maka kita bangga kalau disebut sebagai pendeta sibuk, anggota majelis sibuk, orang sibuk. Pada kenyataannya, makin sibuk makin dangkallah hidup kita. Semua hal kita lakukan sambil lalu, dengan tergesa-gesa, 'over-loaded', sehingga makin 'blur'—makin kabur fokus hidup kita. Seorang ayah sibuk berjuang dengan alasan untuk anak-anak, sementara suatu penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seorang ayah menghabiskan hanya 6 menit per hari untuk berbicara penuh arti dengan anaknya. Demi mencari nafkah, manusia lupa menjalani hidupnya.
Sudah saatnya kita mengganti motto kita dari, "jangan diam bengong saja, kerjakan apa saja," menjadi, "jangan semua-semua dikerjakan, duduklah berdiam diri. Berdoalah."
Dalam melakukan apa yang Allah ingin genapi melalui kita, kita tidak bisa mengerjakan itu lepas dari-Nya. Distraksi itu kuat untuk menyelewengkan kita. Maka disiplin devosional, diam di hadapan Tuhan, adalah penting sekali. Bukan sebagai salah satu kegiatan dalam hidup, tetapi sebagai induk dari semua kegiatan kita.
Pertama-tama, kegiatan menyendiri dengan Tuhan dalam doa itu sendiri adalah latihan untuk menolak distraksi. Menolak urusan-urusan lainnya yang mencoba membuat kita tidak melakukan waktu teduh kita dengan Tuhan. Kedua, isi dari kegiatan adalah me-refokus lensa kita sepanjang hari, sepanjang hidup. Maka kita harus melakukan disiplin devosional itu setiap hari jika kita mau terus berlari pada 'track' yang tepat. Dalam hidup kita, interupsi memang tidak terhindarkan. Allah juga suka memakai interupsi. Rutinitas Musa menggembalakan domba diganggu oleh semak yang menyala. Rutinitas Saul terganggu oleh hilangnya keledai, dan seterusnya. Maka pada saat diminta melakukan sesuatu, janganlah menolak atau menerima tanpa berdoa dan merefleksikannya di hadapan Tuhan.
Tanyakan, "Apakah untuk hal itu aku dipanggil oleh Allah?" Apakah menjawab “Ya" kepada hal itu akan berarti mengatakan "Tidak" kepada sesuatu yang lebih penting? Apakah saya menerima, dan takut menolak, karena hal itu akan memuaskan kebutuhan psikologis saya sendiri? Atau menghindarkan saya dari memberi kesan jelek kepada orang lain?
Doa adalah sebuah usaha sengaja
Keterangan tentang waktunya kapan Yesus berdoa, yaitu, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap," menunjukkan bahwa bagi-Nya berdoa itu bukan menunggu kalau sedang sempat, ada waktu luang. Tetapi la membuat waktu untuk itu, walaupun sebelumnya la sudah seharian bekerja bahkan sampai larut malam, dan la tentu lelah.
Doa bagi-Nya justru akan memberi-Nya kekuatan baru untuk menghadapi tantangan, krisis, dan meneruskan misi menggenapi kehendak Bapa-Nya. Sebagai Anak Allah, la bergantung sepenuhnya kepada Bapa. Seluruhnya dari kehidupan-Nya adalah sebuah kebergantungan kepada Bapa-Nya.
Andrew Murray dalam bukunya "The Prayer Life'" mengatakan bahwa disiplin doa merupakan sumber kekuatan yang paling dinamis, khususnya bagi seorang pelayan Tuhan, tetapi justru merupakan sumber yang paling sering dilalaikan. Para raksasa rohani pada setiap zaman adalah orang-orang yang disiplin dengan waktu mereka bersama Tuhan. John Wesley menghabiskan waktu satu-dua jam setiap hari untuk berkomunikasi pribadi dengan Allah. Martin Luther percaya bahwa dua jam berdoa setiap harinya adalah yang minimal. John Welch, pengkhotbah besar dari Skotlandia secara teratur berdoa setiap harinya 8 sampai 10 jam, lalu seringkali ia terjaga di tengah malam untuk melanjutkan percakapannya dengan Tuhan. Orang-orang ini bukan orang yang banyak waktu luang.
Sekarang ini banyak pelayan Tuhan yang demikian sibuknya sehingga seringkali tidak mempunyai waktu teduh dengan Tuhan. Tidak heran, makin banyak yang dikerjakan makin jauh ia dari yang Tuhan inginkan - Mari kita membawa kamera hidup kita untuk di-tuning kembali fokusnya oleh Bapa sorgawi kita. *
Sumber: Ambillah Aku Melayani Engkau/Pdt. Yohan Candawasa S.Th/Esa Book, Jakarta/2003
Baca selanjutnya...
Posted by pendoa 0 comments
Oleh: Indri Gautama
Saya akan membagikan 8 kunci hikmat yang harus Anda pegang mengenai pentingnya syafaat dalam kehidupan kita:
1. Kecantikan, talenta, kebajikan, kemurahan Tuhan tidak cukup untuk membuat tugas yang Tuhan berikan tercapai dalam hidup Anda.
Mari kita belajar dari Ester, perempuan tercantik di seantero 127 propinsi se-Asia Afrika. Dia mengetahui bahwa pada saat menemui suaminya–raja Ahasyweros–kecantikannya tidak bisa mengubah suaminya untuk membatalkan hukum peraturan yang berkata bahwa untuk menghadap raja tanpa raja mengangkat tongkatnya terlebih dahulu akan dihukum mati.
Ester mengundang seluruh isi istananya dan meminta Mordekhai sepupunya yang jauh lebih tua untuk berdoa syafaat dan berpuasa kepada Tuhan. Setelah mereka semuanya bersyafaat dan berpuasa, Tuhan turun tangan dan mengubah hati suaminya. Kemurahaan dari Allah dapat mengubah peraturan pemerintahan. "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” – Ester 4:16. Hanya orang yang tahu kuasa bersyafaat bisa berkata seperti itu.
2. Hanya doa syafaat akan menghasilkan sesuatu. Koneksi tidak menghasilkan apa-apa.
Ester tahu jika ia hanya mengandalkan statusnya sebagai ratu dari raja Ahasyweros, Ester tidak bisa mengubah keputusan raja. Hanya syafaat yang bisa menghasilkan apa yang Ester mau terjadi bagi bangsa Israel di negara itu dan bukan karena koneksi Ester sebagai isteri dari raja Ahasyweros. Hukum berkata siapapun juga yang berani menghadap raja tanpa dipanggil oleh raja akan dihukum mati walaupun isteri sendiri.
3. Doa syafaat bukanlah pengganti kerja keras dan produktifitas.
“Intercession is not a substitute for labour and productivity.” Jika Anda bersyafaat, bukan berarti Anda boleh tidak bekerja. Tidak! Anda harus tetap bekerja keras, tetapi syafaat membuat segala upaya Anda produktif.
4. Doa syafaat bukan undangan untuk menjadi sia-sia dan bermalas-malasan.
“Intercession is not an invitation to idleness nor sluggishness.” Pendoa syafaat bisa menggoncangkan sorga dan membuat pintu sorga terbuka.
5. Janganlah sekali-kali berdoa syafaat untuk sesuatu yang Anda ragukan.
“Never intercede for anything that you doubt.” Anda harus berdoa dengan percaya bahwa doa Anda akan dijawab karena Anda berdoa sesuai kehendak Allah. 1 Yohanes 5:14-15 – “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya”.
6. Belajar menghormati pendoa syafaat yang sudah Allah tunjukkan dan hubungkan dengan Anda.
“Learn to respect the intercessors God has already link to you.” Di mana dua atau tiga orang sepakat berdoa, Yesus akan bekerja seperti dikatakan di Matius 18:19: “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga”. Allah selalu terlibat dalam syafaat.
7. Beritahukan pokok-pokok doa kepada para pendoa syafaat Anda agar mereka memiliki arah dalam berdoa.
Anda harus menjaga supaya para pendoa syafaat yang berdoa untuk Anda selalu menerima informasi mengenai apa yang Tuhan mau kerjakan.
Filipi 4:6 – “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Yakobus 5:14-15 – “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni”. Doa sepakat bersama-sama sangat besar kuasanya.
8. Sewaktu Anda mendoakan kehendak Allah, keyakinan dan iman mudah sekali untuk timbul.
Mengenai syafaat, dapat disimpulkan bahwa tugas dari Tuhan membutuhkan keterlibatan Tuhan sendiri. "Your assignment requires God." Pendoa syafaat kita dapat berdoa dengan luar biasa jika kita mengijinkan mereka terlibat dalam pokok-pokok doa kita sehingga kemurahan Allah akan mengalir dalam kehidupan kita. Jadi jika Anda benar-benar menghormati pendoa syafaat dan doa syafaat, Anda akan melihat hasil yang sangat dramatis yang belum pernah Anda alami sepanjang hidup. Seperti Ester mengalami hal yang sangat dramatis ketika satu bangsa, yaitu bangsa Israel diselamatkan; demikian juga Hana mengalami hal dramatis ketika melahirkan Samuel, seorang nabi terbesar yang paling ditakuti di seluruh Israel, seorang nabi yang membawa kebangunan rohani se-Israel.
Doa adalah nafas orang Kristen, sorga tidak bisa bekerja sampai doa dideklarasikan di udara, doa adalah jantung Tuhan, doa menggoncangkan kerajaan musuh. Doa membuat yang mustahil menjadi tidak mustahil, doa menggoncangkan kerajaan Allah. *
Sumber: sahabatsurgawi.net
Baca selanjutnya...
Posted by pendoa 0 comments
Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengingatkan orang bahwa Allah sudah mengetahui apa yang mereka inginkan bahkan sebelum mereka memintanya. "Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya." (Matius 6:8) Jadi mengapa harus repot-repot doa kalau begitu?
Salah satu pemimpin gereja menangani masalah ini secara langsung. Karena Allah sudah mengetahui apa yang Anda inginkan, tulisnya, maka fungsi doa adalah untuk membuka diri Anda sendiri supaya Anda bisa siap terhadap tanggapan Allah dalam doa Anda.
Salah satu gambaran terbaik mengenai apa yang terjadi apabila kita berdoa berasal dari Betty Eadie dalam "Embraced by the Light." Dalam buku laris ini, Eadie bercerita mengenai pengalamannya yang hampir merenggut nyawanya pada usia 31. Banyak orang menyebut kisahnya "pengalaman hampir mati yang paling mendalam dan lengkap yang pernah ditulis." Dalam bukunya, satu bab penuh disajikan untuk doa.
Eadie bercerita bahwa pada suatu ketika selamanya saat di sorga, ia melihat banyak cahaya melambung ke atas dari bumi seperti lampu sinyal. Beberapa ia gambarkan sebagai berkas cahaya laser yang lebar, yang lain hanya merupakan percikan api. Berkas-berkas cahaya ini, ia diberi tahu, merupakan doa-doa yang dipanjatkan orang di Bumi.
"Saya melihat para malaikat bergegas untuk menjawab doa," Eadie menulis. "Mereka diorganisir untuk memberi sebanyak mungkin bantuan... Mereka sesungguhnya berterbangan dari satu orang ke orang lain, dari satu doa ke doa, dan dipenuhi dengan kasih dan sukacita untuk pekerjaan mereka."
Para malaikat terutama bersukacita apabila seseorang berdoa dengan cukup intensitas dan iman sehingga dapat dijawab dengan segera. Mereka selalu menanggapi doa yang lebih terang dan lebih besar terlebih dahulu, kemudian setiap doa lain pada gilirannya, sampai semua doa dijawab.
Tetapi doa yang dengan sedikit atau tanpa perasaan, doa yang hanya merupakan pengulangan tanpa kesungguhan di dalamnya bercahaya sedikit atau tidak bercahaya sama sekali. Dan karena tidak ada daya, doa-doa itu tidak segera didengar, kata Eadie.
"Dengan jelas saya diberitahu bahwa semua doa permohonan didengar dan dijawab," ia mengingat. "Apabila kita sangat membutuhkan, atau apabila kita berdoa untuk orang lain, berkas-berkas cahaya itu terpantul langsung dari kita dan dengan segera dapat dilihat."
Eadie juga menerangkan bahwa tidak ada doa yang lebih besar daripada doa seorang ibu untuk anak-anaknya. Inilah doa yang paling murni dan sering paling intens. Seorang ibu bisa berdoa dengan segenap hati apabila ia berdoa untuk anak-anaknya. Setelah mengutarakan keinginan kita dalam doa dengan permohonan yang sungguh-sungguh, Eadie menasihati, hal berikut yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa Allah akan mengurus doa itu. Di sini ia mengumandangkan kata Yesus: "Begitu kita sudah meminta dengan keinginan yang sungguh-sungguh, tanpa meragukan apapun, kita akan menerima."
"Kita tidak harus mengulangi kata-kata kita. Percayalah dan bersabarlah dan ketahui bahwa doa kita sedang dijawab. Doa kita untuk orang lain, untuk keluarga kita dan teman, bisa berbuat lebih banyak dari yang kita bisa bayangkan selama doa-doa kita tidak mengganggu perkembangan spiritual mereka sendiri."
Juga sangat penting untuk mengucap syukur kepada Allah untuk apa yang kita terima melalui doa. "Semakin kita bersyukur kepada Allah untuk rahmat yang kita terima," kata Eadie, "semakin kita membuka jalan untuk rahmat yang lebih lanjut. Kita mungkin menjadi seperti para malaikat itu sendiri, membantu orang lain yang butuh."
Billy Graham dalam bukunya yang terkenal, "Angles, God's Secret Agents" (versi Indonesia "Malaikat") mengakui bahwa meskipun ia belum pernah melihat malaikat, ia tahu bahwa mereka menjawab doa-doa kita karena Alkitab mengatakan bahwa itulah bagian dari pekerjaan mereka. Allah telah memerintahkan malaikat-malaikat-Nya "untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu" (Mzm. 91:11-12)
"Berjuta-juta malaikat ada di bawah perintah Allah dan siap melayani kita," Graham menerangkan. "Jika Anda orang percaya, harapkan para malaikat berkuasa mengawal Anda dalam pengalaman hidup Anda."
Para malaikat melayani kita sebagai tanggapan terhadap doa-doa kita, entah kita berdoa untuk diri kita sendiri atau untuk orang lain. "Penting sekali bahwa kalian berdoa untuk orang lain karena apabila kalian berdoa untuk orang lain, seorang malaikat datang dan duduk di bahu orang itu." *
Sumber: Tidak diketahui
Baca selanjutnya...
Posted by pendoa 0 comments
© 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com
Back to TOP