Showing posts with label roh kudus. Show all posts
Showing posts with label roh kudus. Show all posts

Doa Dalam Pimpinan Roh Kudus

Oleh: Thomas Eny Marsudi

Ada hubungan yang tak terpisahkan antara doa dan Roh Kudus. Hal yang sangat penting ialah Roh Kudus akan membawa kita ke dalam kondisi rohani yang baik dan benar untuk berdoa. "Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran" (Yoh. 16:13).

Dua sisi ini saling melengkapi: Hidup dalam roh menjadikan orang suka berdoa, orang suka berdoa menjadikan hidup dalam Roh. Mana yang lebih dahulu? Ini seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Seperti ikan tidak perlu dipaksa untuk berenang ke dalam air, karena air adalah kondisi alamiahnya. Demikianlah bila kita berada dalam kondisi hidup dalam Roh, kita tidak perlu dipaksa berdoa lagi.

Roh Kudus mendorong kita berdoa
Bila Roh Kudus menguasai hidup kita, Roh Kudus akan mendorong kita berdoa sesuai dengan keinginan Roh. Doa orang yang dikuasai Roh Kudus, sangat berbeda dengan doa orang yang dikuasai kedagingan.

Dalam Kisah Para Rasul 7:55, 59-60, Stefanus—seorang diaken yang teraniaya dirajam dengan batu—dipenuhi Roh Kudus, sehingga ia berdoa memohon pengampunan untuk orang yang menganiayanya. Hasilnya? Saksi penganiayaan—Paulus—bertobat (Kis. 8:1 bnd. 1Kor. 15:9).

Dalam Roma 8:27, Roh Kudus mendorong kita untuk berdoa bagi orang-orang kudus. Orang yang dikuasai Roh Kudus akan didorong berdoa dan menghasilkan buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, dan sebagainya (Gal. 4:22-23).

Roh Kudus menyampaikan doa
Roh Kudus, selain mendorong doa juga meneliti permohonan, keluhan yang tersembunyi dalam hati kita. Keluhan-keluhan yang tak terkatakan saat kita berdoa. Namun oleh Roh Kudus, keluhan-keluhan tersebut diubah menjadi doa yang disampaikan kepada Allah.

"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Rm. 8:26)

Acap kali hati kita dipenuhi masalah, bagaikan timbunan sampah yang menggunung, tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Acap kali hati kita bagaikan awan yang gelap, sehingga tanpa sadar kita hanya bisa meneteskan air mata. Ya, masalah banyak, tidak tahu jalan keluarnya, hanya bisa mengeluh, dan mendesah kebingungan. Namun Roh Kudus mampu menyelidiki, dan mengubah keluhan menjadi doa. Luar biasa!

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Rm. 8:28)

Jangan mendukakan Roh Kudus
Apakah maksudnya? Roh Kudus adalah Pribadi. Roh Kudus yang berdiam dalam diri orang beriman bisa berpikir (Rm. 8:27), bisa merasakan (Ef. 4:30), bisa berkehendak (1Kor. 12:11). Seperti suami istri, apabila dalam dua pribadi ini terdapat dua keinginan yang berbenturan, suasana duka akan dirasakan rumah tangga mereka.

Demikian juga Roh Kudus, apabila kita memiliki keinginan yang berbenturan dengan kepribadian Roh Kudus, dan dengan keras hati kita tetap melawan kehendak Roh Kudus, kita akan mendukakan Roh Kudus.

Apa saja yang bisa mendukakan Roh Kudus? Roh Kudus akan berduka saat suara Roh Kudus dihina (Ibr. 10:29), ditentang (Kis. 7:51), ditipu (Kis. 5:3), dihujat (Mat. 12:31). Apabila kita dengan sadar dan sengaja melawan kehendak Allah, kita membuat Roh Kudus berduka. Oleh sebab itu, untuk menjaga kepekaan rohani agar tetap menuruti kehendak Roh Kudus, kita harus melatih dan membiasakan diri kita.

Bila damai sejahtera kita rusak karena dosa atau karena hubungan dengan sesama, sekecil apapun itu harus segera diselesaikan. Suara hati yang tidak dilatih untuk peka akan menjadi kekerasan hati, kemunafikan, dan mendukakan Roh Kudus.

"Dan berdoakan setiap waktu di dalam Roh." (Ef. 6:18)

Sumber: Doa Itu Indah, Doa Itu Mudah (Jakarta: Gloria Graffa, 2007)
Baca selanjutnya...

Berdoa dalam Roh

Berdoa dalam Roh disebutkan tiga kali dalam Kitab Suci. 1 Korintus 14:15 mengatakan, “Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

Efesus 6:18 mengatakan, “Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” Kemudian, Yudas 20 mengatakan, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” Jadi apa itu berdoa dalam Roh?

Kata Bahasa Yunani yang diterjemahkan “berdoa dalam” dapat memiliki beberapa makna. Kata itu dapat berarti “dengan cara,” “dengan pertolongan,” “dalam dunia,” dan “dalam hubungan dengan.” Berdoa dalam Roh bukan menunjuk pada kata-kata yang kita ucapkan. Sebaliknya, itu menunjuk pada bagaimana kita berdoa. Berdoa dalam Roh adalah berdoa sesuai dengan pimpinan Roh. Itu adalah berdoa untuk hal-hal yang Roh mau kita doakan. Roma 8:26 memberitahu kita, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

Ada orang, berdasarkan 1 Korintus 14:15, menyamakan berdoa dalam Roh dengan berdoa dalam bahasa lidah. Berbicara mengenai karunia bahasa lidah, Paul menyebut “berdoa dengan rohku.” 1 Korintus 14:14 menyatakan bahwa ketika seseorang berdoa dalam bahasa lidah, dia tidak tahu apa yang dikatakannya, karena itu diucapkan dalam bahasa yang tidak diketahuinya. Lebih lagi, tidak seorangpun dapat memahami apa yang dikatakan, kecuali ada penerjemah (1 Korintus 14:27-28).

Dalam Efesus 6:18 Paulus memerintahkan kita untuk “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,” Bagaimana kita dapat berdoa dalam dengan permohonan yang tak putus-putusnya dan berdoa untuk segala orang kudus kalau tidak seorangpun, termasuk orang yang berdoa, yang mengerti apa yang diucapkan? Karena itu berdoa dengan Roh harus dipahami sebagai berdoa dalam kuasa Roh, dengan pimpinan Roh, dan menurut kehendak-Nya, bukan sebagai berdoa dalam bahasa lidah.

Sumber: Got Questions
Baca selanjutnya...

Roh Kudus dan Doa

Oleh: Pdt Stephen Tong

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.” (Roma 8:26,27)

Doa merupakan nafas orang Kristen, suatu komunikasi antara yang diselamatkan dan Juruselamat. Doa merupakan persatuan dari kehendak yang diciptakan dengan kehendak yang menciptakan, “the unity of the will of the created one and the Creator”. Doa merupakan persatuan dari kehendak kita, kemauan kita, yang disesuaikan dengan kehendak Allah Pencipta.

Doa penting sekali, tetapi Alkitab dengan jujur mengatakan kepada kita, bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Ini jujur sekali. Siapa yang mengetahui bagaimana seharusnya berdoa? Kita selalu hanya minta-minta kalau berdoa, meminta menurut kemauan kita sendiri. Dalam berdoa kita mau supaya Tuhan menyesuaikan dengan kehendak kita.

Ada suatu cerita tentang sepasang suami-istri di provinsi Shantung di China. Suami-istri ini hidup dari menjual kain dengan berkeliling, karena mereka tidak mempunyai toko. Setiap akhir tahun mereka mempunyai kebiasaaan berlutut di hadapan Tuhan dan berdoa, “Oh Tuhan, saya berterima kasih kepada-Mu, karena Engkau sudah memberkati kami sehingga untung 100 bal kain. Tuhan, saya minta tahun depan beri saya keuntungan 200 bal kain.” Sebelum doanya selesai si istri memotong, “Tuhan, jangan dengar doa suami saya, dengar doa saya. Kalau tahun ini Tuhan beri keuntungan 100 bal kain, tahun depan juga sama, 100 bal saja cukup.” Si suami marah-marah, “Saya belum amin, kenapa kamu ikut campur, kita akan susah kalau cuma mendapat 100 bal kain.” Tetapi si istri tidak peduli, ia melanjutkan doanya, “Tuhan, pokoknya doaku saja yang didengar. Jangan beri 200 bal. Kalau Engkau beri 100 bal ia akan tetap setia dan mencintai saya. Kalau 200 bal ia nanti akan cari istri kedua.” Inilah doa orang dunia, kedua-duanya berdoa untuk mencari keuntungannya sendiri, bukan mencari kehendak Tuhan dan kerajaan-Nya.

Saya ingin bertanya kepada Saudara, apakah doa kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah kita berdoa dengan pengertian akan apa yang dikehendaki oleh Tuhan? Saudara, Alkitab dengan terus terang berkata kepada kita bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Apa yang kita doakan? Bagaimana kita harus mendoakannya? Kita sendiri tidak tahu. Banyak orang Kristen waktu berdoa asal buka mulut saja, “Tuhan, saya mau ini, mau itu”. Sebelum saya melayani ke luar negeri saya tanya istri saya, “Kalau saya pulang engkau perlu saya bawakan apa?” Jawabnya, “Jangan bawakan apa-apa, saya tidak perlu apa-apa.” Lalu saya tanya anak-anak saya, mau minta apa. Yang satu bilang, kali ini tidak ada keperluan apa- apa, tetapi saya pikirkan sendiri, dia perlu apa, nanti saya belikan untuk dia. Demikian juga Tuhan mau tahu hati kita waktu kita berdoa, bagaimanakah sikap kita terhadap kedaulatan, keinginan, rencana dan kehendak Allah.

Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana harus berdoa. Itulah sebabnya Roh Kudus diberikan menjadi Penolong bagi kita masing-masing, untuk menolong kita berdoa, menolong kita mengutarakan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan sehingga sesuai dengan kehendak Tuhan. pada akhir ayat ini dikatakan, Roh Kudus mengetahui bagaimana berdoa bagi kita. Dia berdoa menurut kehendak Allah bagi orang-orang suci. Dalam keadaaan demikian kita melihat hubungan antara doa dan Roh Kudus. Bukan doa kita yang menggerakkan Roh Kudus, melainkan sebaliknya Roh Kudus menggerakkan roh kita untuk berdoa. Roh Kudus yang berdoa bagi kita sesuai dengan kehendak Allah yang menerima doa kita. Di sini kita menegaskan sekali lagi doktrin dan teologia doa yang benar.

Saudara-saudara, Alkitab berkata bahwa Roh menolong kita dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Apakah artinya ini? Keluhan yang tidak terkatakan, yang tidak dimengerti oleh manusia, keluhan-keluhan itulah dikatakan Roh Kudus.

Orang yang belajar sabar tahu betapa berat arti S-A-B-A-R ini. Sabar ini sulit. Dalam bahasa Tionghoa kata “sabar” tersusun oleh dua suku kata (radix), yang artinya jantung ditusuk oleh pisau. Itulah arti sabar. Kadang-kadang saudara tidak bisa sabar tetapi mesti sabar juga, sudah tidak bisa tetapi mesti sabar, saudara paksa-paksakan, persis seperti jantung ditusuk pisau. Goyang sedikit, pecah jantungmu. Itu namanya sabar. Siapakah yang paling sabar? Yang paling sabar ialah Roh Kudus. Waktu Dia memperanakkan kita, Dia sudah bertekad untuk mendampingi anak yang dilahirkan itu. Dia mau hidup di tengah-tengah kita, Dia mau hidup di dalam kita. Roh Kudus mendampingi kita seperti seorang ibu, dengan penuh kesabaran Ia mendidik kita, memimpin kita menuju ke jalan yang benar, menuju jalan yang bercahaya dengan terang yang mulia.

Sumber: Buletin Surat Doa/LRII (Lembaga Reformed Injili Indonesia)
Baca selanjutnya...

Komentar Terbaru

Artikel Terbaru

Powered By Blogger
Cari di pendoa.blogspot.com...

About this blog

Blog ini dibuat dengan tujuan untuk membagikan berkat firman Tuhan yang diperoleh kepada saudara seiman yang membutuhkan agar dapat saling membangun sebagai satu tubuh dalam Kristus. Materi diambil dari berbagai sumber seperti buku, milis, buletin, traktat, dan berbagai media lain. Hak cipta setiap tulisan ada pada masing-masing penulis, pembuat atau penerbit seperti yang tercantum pada setiap akhir tulisan (kecuali yang tidak diketahui sumbernya). Isi blog ini bersifat non-denominasi dan tidak condong/tidak memihak kepada kelompok denominasi tertentu. Apabila di dalamnya terdapat materi/tulisan yang tidak cocok/ tidak sesuai dengan pendapat/pemahaman Anda, mohon tetaplah menghargai hal itu dan silakan memberi tanggapan secara sopan dan tidak menghakimi. God bless you...

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP