Showing posts with label doa yabes. Show all posts
Showing posts with label doa yabes. Show all posts

Sedikit Doa Dengan Hadiah Raksasa

Oleh: Dr. Bruce H Wilkinson

Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; Nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpaku.” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (1 Tawarikh 4:9-10)

Sesuatu mengenai orang bernama Yabes ini telah menyebabkan banyak orang bertanya-tanya. Siapakah Yabes? Namun Alkitab tidak memberikan penjelasan lebih banyak lagi. Satu hal sederhana mengenai Yabes adalah permohonannya yang langsung kepada Allah telah mengubah hidupnya dan telah meninggalkan tanda yang tetap dalam buku-buku sejarah Israel. Pada pembacaan sekilas, empat permohonan membuat kita terpukau sebagai doa yang tulus, masuk akal, bahkan mulia, tetapi tidak begitu luar biasa untuk dicatat. Namun di bawah permukaan setiap baris terletak penerobos paradigma raksasa yang mengalir persis berlawanan dengan cara Anda dan saya berpikir.

Ketika saya berada di Dallas mengajarkan “Berkat Yabes” kepada 9.000 hadirin. Kemudian pada saat makan siang seorang pria berkata kepada saya: “Bruce, saya telah mendengar Anda telah mengkhotbahkan berita Yabes lima belas tahun yang lalu, dan saya tak pernah berhenti berdoa dengan doa Yabes tersebut. Perubahan yang terjadi begitu luar biasa sehingga saya tak pernah berhenti.” Di meja yang berhadapan, kawan yang lain mengangguk menyetujui. Ia mengatakan bahwa ia telah berdoa dengan doa Yabes yang singkat itu selama 10 tahun dengan hasil yang sama. Seorang pria di sebelah orang itu, seorang dokter bedah dari Indianapolis mengatakan bahwa ia telah berdoa dengan doa singkat Yabes tersebut selama lima tahun. Saya katakan kepada mereka, “Sahabat-shabatku, saya telah berdoa dan masih berdoa dengan doa singkat Yabes itu selama lebih dari setengah hidup saya!”

Allah sesungguhnya memiliki berkat-berkat yang belum Anda minta yang sedang menunggu Anda. Saya tahu hal itu kedengarannya mustahil bahkan kecurigaan yang memalukan dalam masa pelayanan yang kita miliki. Namun untuk menggantikannya… itu keinginan bagi Allah lebih banyak lagi—adalah kehendak-Nya yang penuh kasih untuk kehidupan Anda dari kekekalan masa lampau. Dan dengan sebuah tangan yang penuh tali komitmen sebagai bagian Anda, Anda dapat masuk dengan yakin dan penuh harap bahwa Bapa sorgawi akan membimbing Anda untuk melewatinya.

Pikirkan seperti ini, daripada hanya berdiri di tepi sungai, meminta secawan air untuk bisa melewati hari-hari, Anda akan melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan—Anda akan berdoa dengan sedikit doa dengan hadiah raksasa dan ‘melompat kedalam air.’ Pada saat itu Anda akan mulai membiarkan aliran anugerah dan kuasa Allah yang penuh kasih yang membawa Anda bersama-sama dengan Dia. Rencana Allah yang besar bagi Anda akan mengelilingi Anda dan menjadikan Anda bersemangat maju menuju ‘menjadi penting secara menyeluruh’ dan kehidupan yang memuaskan. Ia telah menunggu.

Sumber: The Prayer of Jabez/Multnomah Publishers Sisters, Oregon
Baca selanjutnya...

Jadi Mengapa Tidak Minta?

…Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah…

Yabes tinggal di daerah bagian selatan Israel sesudah penaklukan tanah Kanaan dan pada masa hakim-hakim. Ia dilahirkan dari suku Yehuda dan menjadi kepala puak (suku) yang ternama. Ceritera yang sesungguhnya dimulai dengan namanya. Ibunya menamakan dia Yabes, dengan mengatakan, ‘Sebab aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.’

Dalam bahsa Ibrani, kata ‘Yabes’ berarti ‘sakit.’ Secara literal dapat dijelaskan “Ia menyebabkan (akan menyebabkan) sakit.” Bukankah hal ini tidak kedengaran seperti suatu permulaan hidup yang menjanjikan? Semua bayi lahir menyebabkan rasa sakit yang tertentu, tetapi kelahiran Yabes melebihi kelahiran biasa, sebegitu rupa sehingga ibunya memilih untuk mengingatnya pada nama anaknya. Hanya Allah yang tahu dengan pasti apa yang menyebabkan kesakitan ibu yang menderita ini. Hal itu tidak membawa perbedaan bagi Yabes yang muda, ia tumbuh dibesarkan dengan sebuah nama yang akan dibenci oleh setiap remaja.

Sebuah nama sering diberikan sebagai harapan akan masa depan sang anak. Namun sebuah nama “sakit” tidak meramalkan hal-hal yang baik bagi masa depan Yabes. Walaupun prospeknya suram, Yabes menemukan jalan keluarnya. Ia dibesarkan mendengar tentang Allah Israel yang membebaskan nenek moyangnya dari perbudakan, menyelamatkan mereka dari musuh-musuh yang sangat berkuasa, dan mendudukkan mereka di tanah yang makmur. Sampai waktunya menjadi dewasa, Yabes percaya dan berharap dengan bersemangat pada Allah yang membuat mujizat dan permulaan yang baru. Dia berdoa dengan mengajukan permohonan, “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah…”

Perhatikan aspek yang radikal dari permohonan Yabes meminta berkat. Ia menyerahkan seluruhnya kepada Allah untuk memutuskan berkat macam apa, di mana, kapan dan bagaimana caranya, Yabes akan menerimanya. Ketergantungan pada kebaikan maksud Allah kepada kita tidak biasa seperti Injil populer yang mengatakan kepada Anda supaya minta mobil Cadillac, penghasilan yang tinggi, atau beberapa tanda-tanda materi lain. Ketika kita mencari berkat Allah sebagai nilai yang utama dalam kehidupan, kita sedang melemparkan seantero kehidupan diri kita ke dalam sungai kehendak dan kuasa dan maksud-maksud-Nya bagi kita. Segala keperluan kita yang lain menjadi hal kedua dibandingkan dengan keperluan kita yang sebenarnya kita perlukan—yaitu menjadikan keseluruhannya tenggelam dalam apa yang Allah ingin coba lakukan di dalam kita, melalui kita dan di sekitar kita, untuk kemuliaan-Nya.

“Mintalah…,” janji Yesus. “…maka akan diberikan kepadamu” (Mat. 7:7). “Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa” (Yak. 4:2). Walaupun kebaikan Allah tidak terbatas, jika Anda tidak minta berkat untuk hari kemarin, Anda tidak akan pernah menerima segala sesuatu yang seharusnya Anda miliki. Jika Anda tidak minta berkat-berkat-Nya, Anda akan kehilangan. Berkat-berkat itu akan datang pada Anda hanya kalau Anda meminta-Nya. Hal yang sama juga terjadi bahwa seorang ayah akan dihormati jika mempunyai seorang anak yang minta berkatnya, Bapa kita sangat senang menanggapi dengan murah hati ketika berkat-berkat-Nya menjadi hal yang paling kita inginkan.

Sifat dasar Allah yang sangat dalam adalah memiliki kebaikan yang begitu berlimpah yang mengalir memenuhi kehidupan kita yang sebenarnya tidak layak. Jika Anda berpikir mengenai allah lain dengan pikiran ini, saya minta Anda mengubah cara berpikir Anda. Mengapa tidak membuat komitmen seumur hidup untuk minta Allah supaya memberkati Anda setiap hari? Kelimpahan Allah hanya dibatasi oleh kita sendiri, bukan dibatasi oleh sumber-sumber, kuasa atau keinginan-Nya untuk memberi. Yabes diberkati benar-benar hanyalah karena ia menolak adanya hambatan, orang, atau pendapat yang mengancam melebihi dari pada sifat dasar Allah. Dan sifat dasar Allah adalah memberkati. Melalui cara yang sederhana yaitu doa yang diyakini, Anda dapat mengubah masa depan Anda.

By Dr. Bruce H Wilkinson
Sumber: The Prayer of Jabez/Multnomah Publishers Sisters, Oregon

Baca selanjutnya...

Hidup Lebih Besar Bagi Allah

…dan kiranya Engkau memperluas daerahku…

Bagian berikutnya dari doa Yabes—permohonan untuk memperoleh daerah yang lebih luas—adalah permintaan Anda kepada Allah untuk memperluas hidup Anda sehingga Anda dapat membuat pengaruh yang lebih besar bagi Dia. Dari kedua-duanya, baik dari konteks maupun hasil doa Yabes, kita dapat mengetahui bahwa ada yang lebih dari pada permohonannya sekadar hanya keinginan untuk real estate yang lebih luas. Ia menginginkan mempunyai pengaruh yang lebih, tanggung jawab yang lebih dan kesempatan untuk membuat pengaruh bagi Allah Israel.

Pada masa Yabes, sebagian sejarah nasional Israel saat itu adalah penaklukan tanah Kanaan oleh Yosua dan pembagian dari tanah Perjanjian ke dalam sejumlah real-estate (rumah berikut tanahnya) bagi setiap suku Israel. Pada waktu Yabes berseru, “perluas daerahku,” ia sedang melihat keadaannya sekarang dan menyimpulkan “Sesungguhnya saya dilahirkan lebih dari pada hal ini.” Sebagai seorang petani atau peternak, ia memandang bentangan yang diwariskan kepadanya dari keluarganya, matanya berlari menuju pada garis batas pagar, mengunjungi tanda-tanda perbatasan, mengkalkulasikan potensinya, dan membuat keputusan: “Segala sesuatu yang Kau taruh di bawah tanggung jawab saya, O Tuhan ambillah dan perluas.”

Apapun karunia, pendidikan atau pekerjaaan kita, panggilan kita adalah melakukan pekerjaan Allah di muka bumi ini. Jika Anda mau, Anda dapat menyebutnya menerapkan kehidupan iman Anda kepada orang lain. Anda dapat menyebutnya pelayanan. Anda dapat menyebutnya juga tugas harian setiap orang Kristen. Tetapi apapun sebutannya, Allah sedang mencari orang yang ingin melakukan lebih lagi, sebab sangat menyedihkan bahwa kebanyakan orang percaya kelihatannya menghindarkan diri dari hidup pada tingkat berkat dan pengaruh ini.

Bila Anda mulai meminta dengan tulus—memohon—untuk pengaruh dan tanggung jawab yang lebih memuliakan Dia, Allah akan membawa kesempatan dan orang-orang ke dalam jalan Anda. Anda dapat membawa kesempatan dan orang-orang ke dalam jalan Anda. Anda dapat mempercayai Dia bahwa Dia tidak akan pernah mengirimkan seseorang kepada Anda yang tidak dapat Anda tolong dengan pimpinan dan kekuatan-Nya. Anda akan hampir selalu merasa takut ketika Anda mulai mengambil daerah baru bagi Dia tetapi Anda juga akan mengalami getaran yang menyenangkan dari Allah yang bersama-sama dengan Anda, menopang sementara Anda melakukannya.

Berdoa untuk perbatasan yang lebih luas adalah meminta sebuah mujizat—bukankah ini hal yang sangat sederhana? Mujizat adalah intervensi Allah untuk membuat sesuatu terjadi yang biasanya tidak bisa terjadi. Itu adalah apa yang harus Yabes lakukan mengatasi namanya dan mengubah keadaannya. Apakah Anda percaya bahwa mujizat bisa terjadi sekarang ini? Banyak orang Kristen tidak percaya. Saya mengingatkan kepada mereka bahwa mujizat tidak harus melanggar hukum alam supaya menjadi suatu even supranatural. Ketika Kristus menenangkan ombak, Dia tidak mengesampingkan hukum alam— ombak itu pada akhirnya reda sendirinya. Namun, Dia mengarahkan pola cuaca. Ketika Elia berdoa untuk menghentikan hujan, Allah mengarahkan siklus alamiah musim kering dan musim hujan.

Mujizat-mujizat yang paling menghiburkan dalam kehidupan saya selalu dimulai dengan sebuah permohonan yang berani untuk memperluas kerajaan Allah. Pada saat Anda mengambil langkah-langkah kecil, Anda mungkin ‘tidak perlu’ Allah, tetapi pada saat Anda memasukkan diri Anda dalam aliran utama rencana Allah bagi dunia ini—yang melampaui kemampuan kita untuk mencapainya—dan memohon kepada Allah, “Tuhan, gunakan saya, berilah saya pelayanan yang lebih baik lagi untuk Engkau!” saat itulah Anda menginginkan mujizat. Pada saat itu juga sorga mengirim malaikat-malaikat, sumber-sumber, kekuatan, dan orang-orang yang Anda perlukan. Saya telah melihat hal ini terjadi ratusan kali!

Allah selalu intervensi pada saat Anda menaruh agenda-Nya di muka agenda Anda dan Anda menjalaninya! Dengan sangat mengherankan, jika Anda berdoa kepada Tuhan untuk memperluas perbatasan, Anda akan mengenali jawaban Ilahi-Nya. Anda telah memiliki sebuah tempat duduk pada garis depan, dalam suatu kehidupan yang penuh mujizat.

By Dr. Bruce H Wilkinson
Sumber: The Prayer of Jabez/Multnomah Publishers Sisters, Oregon

Baca selanjutnya...

Sentuhan Keagungan

…dan kiranya tangan-Mu menyertai aku…

Setelah berani meminta untuk pelayanan yang diperluas, banyak orang Kristen menjadi ragu-ragu pada titik ini. Mereka telah menerima berkat pada skala yang tidak mereka bayangkan. Mereka telah melihat Allah memperlebar batas-batas pengaruh dan kesempatan mereka. Tetapi dengan tiba-tiba angin keras di bawah sayap mereka berhenti. Tidak ada pertolongan, mereka mulai goyah. Kedengarannya biasa bukan? Mungkin kesempatan usaha Anda yang baru terancam, melebihi pengalaman dan sumber-sumber Anda. Mungkin remaja-remaja yang mulai berkumpul dalam dapur Anda dengan tiba-tiba kelihatannya lebih memperoleh pengaruh negatif dari pada positif dari keluarga Anda. Mungkin kesempatan-kesempatan pelayanan baru yang telah Anda doakan dan telah Anda terima berbalik memerlukan seseorang dengan kemampuan yang lebih dari kemampuan yang Anda miliki.

Perhatikanlah, Yabes tidak memulai doanya dengan meminta tangan Tuhan bersama-sama dengan dia. Pada saat itu dia belum merasakan keperluan itu. Segala sesuatu masih dapat diatur. Risiko-risikonya dan rasa takut yang bersama-sama dengan mereka sangat minim. Tetapi ketika batas-batasnya bergerak keluar dan tugas-tugas yang berukuran kerajaan dari agenda Allah mulai datang kepadanya, Yabes tahu bahwa dia memerlukan tangan Ilahi dengan cepat. Ia dapat berbalik kembali atau dapat mencoba terus berjalan dengan kekuatannya sendiri dari pada ia harus berdoa.

Jika mencari berkat-berkat Allah adalah tindakan kebaktian kita yang utama, dan meminta melakukan lebih bagi Dia adalah ambisi kita yang utama, maka memohon untuk tangan Tuhan beserta kita adalah pilihan strategi kita untuk menopang dan meneruskan hal-hal yang besar yang telah Allah mulai dalam hidup kita. Anda meminta tangan Tuhan menyertai, Anda menjadi bergantung pada tangan Allah yang kuat. Penyerahan Anda perlu berbalik pada kesempatan-Nya yang tak terbatas, dan Dia menjadi besar melalui Anda.

Seperti seorang ayah yang mengasihi anaknya di tempat permainan, Allah sedang memperhatikan dan menunggu Anda untuk memohon kuasa supranatural yang Dia tawarkan. “Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang sungguh-sungguh hati terhadap Dia” (2Taw. 16:9). Perhatikan, Allah kita tidak hanya mengamati horizon bagi raksasa-raksasa rohani atau standar seminari. Dia sangat ingin mencari mereka yang tulus dan bersungguh-sungguh hati terhadap-Nya. Kesungguhan hati Anda adalah bagian daripada rencana perluasan-Nya yang tidak Ia sediakan. Kita selalu memohon kemampuan mengeksploitasi dari roh yang tidak dapat dijelaskan. Oleh karena sentuhan-Nya Anda dapat mengalami antusiasme keberanian dan kuasa yang supranatural. Hal itu tergantung pada Anda. Setiap hari, mohonlah untuk sentuhan Bapa, karena bagi orang percaya, ketergantungan adalah kata lain untuk kuasa.

By Dr. Bruce H Wilkinson
Sumber: The Prayer of Jabez/Multnomah Publishers Sisters, Oregon

Baca selanjutnya...

Menjaga Warisan Supaya Tetap Aman

…kiranya Engkau melindungi aku dari malapetaka…

Permohonan terakhir Yabes adalah sebuah strategi yang cemerlang tetapi sedikit dimengerti untuk menopang suatu kehidupan yang penuh berkat. Sesudah semuanya itu sementara kehidupan Anda naik dari yang biasa dan mulai melampui daerah baru bagi Alllah, coba terka, daerah siapa yang telah Anda invasi? Dalam bab sebelumnya doa kita adalah untuk memperoleh kuasa yang supranatural bekerja melalui kelemahan kita; dalam permohonan kita yang satu ini adalah untuk memperoleh pertolongan supranatural untuk melindungi kita dari Iblis. Kita telah ditebus dan diutus ke garis depan. Itulah sebabnya doa supaya dilindungi dari yang jahat adalah semacam bagian vital dari kehidupan yang diberkati.

Kita telah sampai ke tempat persembunyian Iblis yang kuat dalam kehidupan orang percaya. Dalam pengalaman saya, kebanyakan orang Kristen kelihatannya berdoa semata-mata hanya untuk kekuatan menahan pencobaan—untuk kemenangan atas serangan musuh kita yang sedang marah. Entah bagaimana kita tidak berpikir untuk memohon kepada Allah dengan sederhana supaya melepaskan kita dari pencobaan dan mengusir Iblis.

Ketika Yesus mengajarkan doa kepada murid-murid-Nya, di dalamnya disebutkan, “…dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.” (Mat. 6:13). Kapan terakhir kali Anda memohon kepada Allah supaya Anda terlepas dari pencobaan? Dengan cara yang sama, Allah menginginkan supaya Anda memohon bagi berkat yang lebih, daerah yang lebih dan kuasa yang lebih. Dan Dia rindu mendengar Anda juga memohon bagi kelepasan dari yang jahat.

Tanpa pencobaan, kita tidak akan berdosa. Kebanyakan di antara kita terlalu banyak menghadapi pencobaan—dan akibatnya kita terlalu sering jatuh ke dalam dosa—sebab kita tidak memohon Allah membimbing kita menjauhi pencobaan. Kita telah membuat sebuah lompatan spiritual maju yang besar, jadi kita mulai kurang memusatkan pada mengalahkan pencobaan tetapi lebih memusatkan pada menghindarinya. Dengan semua region sorga siap melayani-Nya, Yesus tetap masih berdoa untuk kelepasan. Bahkan dengan segala pengertian ilahi-Nya, ketika Dia dicobai di padang gurun, Yesus menolak terlibat dalam diskusi tentang penawaran Setan yang menggiurkan.

“Sedapat mungkin keluarlah dari arena pencobaan,” demikian mungkin nasihat Yabes. “Tetapi jangan pernah hidup dalam ketakutan atau kekalahan. Dengan kuasa Allah, Anda dapat menjaga warisan berkat Anda tetap aman.” Apakah Anda percaya bahwa Allah yang supranatural akan menunjukkan bahwa Ia akan melepaskan Anda dari yang jahat dan melindungi investasi rohani Anda? Yabes percaya dan telah bertindak berdasarkan kepercayaannya. Selanjutnya hidupnya terlepas dari dukacita dan kesakitan yang diakibatkan oleh dosa.

Paulus mengatakan kepada jemaat Kolose bahwa Allah telah menjadikan mereka “hidup bersama-sama dengan Kristus” dan karena “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka” (Kol. 2:13,15). Sebuah deklarasi kemenangan yang menakjubkan! Melalui Kristus, kita hidup dalam kemenangan—bukan dalam pencobaan atau kekalahan. Dengan permohonan Yabes yang keempat sebagai bagian hidup kita, sekarang kita siap bergerak naik ke tingkat yang lebih tinggi dari kehormatan dan berkenaan dengan perluasan berkat-berkat.

By Dr. Bruce H Wilkinson
Sumber: The Prayer of Jabez/Multnomah Publishers Sisters, Oregon

Baca selanjutnya...

Selamat Datang di Barisan Kehormatan Allah

…Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya…

Apakah Anda mengira bahwa Allah itu pilih kasih? Tentulah Allah menjadikan kasih-Nya tersedia bagi semua orang, dan Yabes datang ke bumi ini supaya ‘barangsiapa’ memanggil Nama-Nya diselamatkan. Tetapi Yabes, yang doanya mendapatkan ‘lebih mulia’ pahala dari Allah, mungkin suatu kasus yang menyebabkan Allah ‘pilih kasih’. Pengalamannya mengajarkan bahwa jalan masuk yang sama untuk diperkenan Allah tidak berakhir dengan pahala yang sama. Apa yang terjadi dengan nama-nama lain yang terdaftar bersama Yabes dalam kitab Tawarikh? Idbas, Hazelelponi, dan Anub misalnya. Kehormatan dan pahala apakah yang diperoleh mereka dari Allah?

Jelas di sini bahwa Allah berkenan kepada mereka yang meminta. Dia tak menahan apapun dari mereka yang ingin dan rindu dengan tulus kepada apa yang Dia inginkan. Mengatakan bahwa Anda ingin menjadi ‘lebih dimuliakan’ di mata Allah bukanlah suatu kesombongan atau memusatkan pada diri sendiri. Lebih dimuliakan menjelaskan apa yang dipikirkan Allah; bukanlah pujian yang kita terima bagi diri kita sendiri. Anda akan menerima rangsangan kedagingan jika Anda mencoba untuk mengungguli seseorang yang lain, tetapi Anda sedang hidup dalam Roh jika Anda berusaha keras untuk menerima pahala tertinggi dari Allah. “Aku berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,” tulis Paulus dalam suratnya (Flp. 3:14), dan ia memandang ke depan pada hari di mana dia mempertanggung-jawabkan apa yang telah ia kerjakan (2Kor. 5:9-10).

Saya telah melihat sesuatu kejadian yang mengherankan di dalam orang yang sejak semula menduga bahwa Allah mengabulkan doa yang berani. Ketika pancaran iman menyinari roh Anda, kehangatan kebenaran Allah membangkitkan Anda, dan secara insting Anda ingin berseru, “Ya Tuhan, berkatilah saya!” Dan saya melihat di dalam orang yang seperti Anda suatu kegembiraan yang berkembang dan pengharapan akan apa yang terjadi berikutnya.

Sebab sesuatu selalu berlalu. Pengharapan rohani Anda mengalami perubahan yang radikal, walaupun hal itu hanya sedikit terlihat oleh seseorang. Anda merasa memperbaharui keyakinan dalam kuasa sekarang ini dan realita doa-doa Anda karena Anda tahu bahwa Anda sedang berdoa dalam kehendak dan kesukaan Allah. Anda merasa dalam istirahat yang nyaman karena Anda dalam doa yang benar seperti ini. Anda tahu tanpa ragu-ragu bahwa Anda telah ditebus untuk hal ini: memohon kepada Dia untuk menjadi yang terbaik bagi Anda menurut ukuran Allah dan menurut apa yang di dalam pikiran Allah, dan memohonkannya dengan segenap hati Anda.

Bergabunglah dengan saya untuk perubahan itu. Anda akan mengubah bentuk warisan Anda dan membawa berkat-berkat supranatural kemana saja Anda pergi. Allah akan membebaskan kuasa-Nya yang ajaib ke dalam hidup Anda sekarang ini. Dan untuk selama-lamanya, Ia akan mencurahkan ke atas Anda kehormatan dan kesenangan-Nya.

By Dr. Bruce H Wilkinson
Sumber: The Prayer of Jabez/Multnomah Publishers Sisters, Oregon

Baca selanjutnya...

Menjadikan Yabes Milikku

…dan Allah mengabulkan permintaannya itu…

Saya menantang Anda untuk menjadikan doa Yabes sebagai bagian dari susunan harian hidup Anda. Untuk melakukan itu, saya mendorong Anda untuk mengikuti dengan tanpa ragu-ragu, garis besar rencana untuk 30 hari ke depan. Hingga pada akhir waktu 30 hari itu, Anda akan mengamati perubahan yang signifikan dalam kehidupan Anda, dan doa tersebut dalam perjalan untuk menjadi harta yang berharga, kebiasaan seumur hidup.

1. Berdoalah dengan doa Yabes setiap hari, dan doa-doa harian Anda dengan cara menandai kalender atau chart yang Anda buat khusus untuk maksud itu.
2. Tulislah doa-doa itu dan tempelkan pada halaman Alkitab Anda, dalam jadwal harian Anda, pada cermin kamar mandi, atau tempat-tempat lain yang dapat mengingatkan Anda akan visi Anda yang baru.
3. Ceritakan pada satu orang lain mengenai komitmen Anda pada kebiasaan doa Anda yang baru, dan mintalah dia mengecek Anda.
4. Mulailah mencatat perubahan-perubahan dalam hidup Anda, khususnya janji-janji pertemuan ilahi dan kesempatan-kesempatan baru yang bisa Anda hubungkan dengan doa Yabes.
5. Mulailah mendoakan dengan doa Yabes, keluarga Anda, kawan-kawan dan jemaat lain di gereja Anda.

Memang, apa yang Anda ketahui tentang doa ini atau doa-doa yang lain, tidak akan menyebabkan Anda mendapatkan sesuatu. Pengetahuan Anda tentang pelepasan tidak akan melepaskan Anda dari apapun. Anda dapat menggantungkan doa Yabes pada dinding setiap kamar dalam rumah Anda dan tidak akan ada kejadian apa-apa. Hanyalah apa yang Anda percaya akan terjadi dan oleh karena itu lakukanlah berikutnya yang akan melepaskan kuasa Allah untuk Anda dan menimbulkan perubahan hidup. Pada saat Anda bertindak, Anda akan melangkah kepada hal yang terbaik dari Allah bagi Anda. Saya adalah bukti hidup!

By Dr. Bruce H Wilkinson
Sumber: The Prayer of Jabez/Multnomah Publishers Sisters, Oregon

Baca selanjutnya...

Komentar Terbaru

Artikel Terbaru

Powered By Blogger
Cari di pendoa.blogspot.com...

About this blog

Blog ini dibuat dengan tujuan untuk membagikan berkat firman Tuhan yang diperoleh kepada saudara seiman yang membutuhkan agar dapat saling membangun sebagai satu tubuh dalam Kristus. Materi diambil dari berbagai sumber seperti buku, milis, buletin, traktat, dan berbagai media lain. Hak cipta setiap tulisan ada pada masing-masing penulis, pembuat atau penerbit seperti yang tercantum pada setiap akhir tulisan (kecuali yang tidak diketahui sumbernya). Isi blog ini bersifat non-denominasi dan tidak condong/tidak memihak kepada kelompok denominasi tertentu. Apabila di dalamnya terdapat materi/tulisan yang tidak cocok/ tidak sesuai dengan pendapat/pemahaman Anda, mohon tetaplah menghargai hal itu dan silakan memberi tanggapan secara sopan dan tidak menghakimi. God bless you...

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP